Makrifat Burung Surga (10) : Si Burung Khotbah Ilmu & Amal

Rabu, 24 Mei 2017 18:10
Makrifat Burung Surga (10) : Si Burung Khotbah Ilmu & Amal

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Mendengar ucapan juragan Nangim itu, burung Bayan Budiman itu segera berucap lagi. "Kanjeng Nabi bersabda kepada para sahabatnya, 'Ketika aku menjalani mi'raj, malam hari naik ke langit, aku merasa kasihan, karena di sana banyak orang-orang yang melarat (miskin) dan menerima apa adanya di dunia, tapi ternyata masuk ke dalam neraka'. Para sahabat terkejut, lalu berkata kepada Nabi, meminta agar Nabi mau menjelaskan, apakah orang miskin di dunia itu adalah orang yang miskin uang."

Nabi lalu menjawab. "Orang miskin di dunia itu ialah mereka yang taklid buta. Ia miskin ilmu dan miskin amal. Miskin amal wajib dan miskin amal sunnah. Sementara itu mereka menerima dalam kebodohan, tidak mau mencari ilmu dan mengaji. Mereka merasa malu bertanya kepada orang pandai, dan merasa cukup karena umurnya lebih tua. Itulah maksudnya," kata Nabi.

Baca: Makrifat Burung Surga (9) : Burung Bayan Dibeli Juragan

"Inna ilma kal habbi wal amala kal mathori. Ilmu dan amal itu ibarat kekasih yang tak bisa dipisahkan. Jika pisah dari amal, maka amal tanpa ilmu itu menjadi tidak sah. Wal amalu bil ilmin ai dlolalin ba'i, dan ammal ilmi bil amalin fa huwa adza-bul kabir. Inilah dalilnya juragan," kata Bayan lagi.

Selanjutnya burung Bayan itu berkata lagi. "Ketahuilah, bahwa ilmu itu bisa menjaga seseorang yang mempunyai ilmu itu sendiri. Ketika seseorang hendak berlaku salah, maka ilmunya akan mencegahnya. Jika ilmu itu diberikan kepada satu orang atau seratus orang, maka ilmu itu tidak akan berkurang sedikit pun. Berbeda dengan harta benda. Jika harta diberikan kepada satu orang atau seratus orang, harta itu akan berkurang semakin banyak. Jika harta itu dijaga dengan baik, mungkin juga akan dicuri orang. Jika harta itu dipinjamkan kepada orang lain, bisa-bisa orang yang meminjam itu tidak membayar. Hanya orang yang mawas dirilah yang nantinya akan selamat. Karena itu belilah saya," pinta burung Bayan.

Baca: Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

"Harga seratus juta rupiah janganlah dianggap mahal. Bukankah tuan jauh lebih kaya. Dan saya jamin, kurang seminggu sesudah membeli saya, juragan akan memperoleh untung lebih banyak lagi. Mungkin untung enam ratus juta rupiah dalam berdagang. Apalagi jika juragan menjualku lagi kepada priyayi di kota."

Ki Nangim terpikat oleh kepintaran si Bayan. Ia pun segera masuk rumah, mengambil uang, dan segera membayar seratus juta rupiah kepada Ki Mesakat. Ki Mesakat bukan main gembiranya. Sedang Ki Nangim berangan-angan akan menangguk untung yang lebih besar lagi. (bersambung/jss)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.