Ini Daerah yang Jadi Sasaran Eksplorasi Objek Wisata Baru di Riau

Senin, 22 Maret 2021 19:30
Ini Daerah yang Jadi Sasaran Eksplorasi Objek Wisata Baru di Riau
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Roni Rakhmat. (Melba/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemprov Riau menyatakan masih akan melakukan kegiatan eksplorasi objek wisata terbaru dalam upaya pengembangan sektor pariwisata

Kegiatan ini sengaja dipersiapkan untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor kepariwisataan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Roni Rakhmat mengungkapkan, eksplorasi objek wisata baru di tahun ini masih akan terfokus di Kabupaten Kampar.

Mengingat daerah itu masih menyimpan potensi objek wisata alam luar biasa dan belum terekspose maksimal. 

Baca: Mau Nginap di Pesonna Hotel? Ada Diskon 60 Persen, Nih!

“Kemungkinan tahun ini masih akan kami garap di Kabupaten Kampar,” ungkapnya kepada Bertuahpos.com, Senin, 22 Maret 2021,

Dia menambahkan, masih banyak daerah-daerah di Kampar yang menyimpan potensi objek wisata alam dan belum terekspose secara luas.

Kegiatan wisata sejauh ini hanya dilakukan oleh warga setempat, itu pun bukan dengan tujuan berwisata, melainkan mereka menemukan tempat yang menarik saat melakukan kegiatan di daerah tersebut.

“Di daerah Batu Tilam itu dari informasi yang saya dapat masih banyak potensi objek wisata alam dan itu akan kami ekspose,” jelasnya.

Selain di Kampar, kata Roni Rakhmat, di beberapa daerah lain di Riau juga masih banyak menyimpan potensi objek wisata baru, terutama wisata alam. Salah satunya di Kabupaten Kuantan Singingi.

Termasuk lah di Pakning, Bengkalis, yang juga menyimpan kolaborasi destinasi wisata antara wisata budaya, sejarah. 

“Untuk di daerah ini kemungkinan akan diusulkan menjadi desa wisata, karena selain sejarah, wisata budayanya cukup unik. Salah satunya cara memanggil ikan terubuk,” jelasnya.

“Jadi bentuk eksplorasi kita, ya mengangkat dan memperkenalkan objek wisata baru itu. Kalau di Riau jumlahnya banyak, tapi kami melihat juga dari sisi kekurangannya. Karena kendala kita selama ini kan diaksesnya. Jadi nanti akan disesuaikan,” ujar Roni Rakhmat. (bpc2)