BERTUAHPOS.COM — Tak jauh dari Candi Borobudur, terdapat sebuah desa wisata yang asri dan unik, bernama Desa Wisata Candirejo.
Desa Wisata Candirejo berlokasi di Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dan dikelilingi oleh panorama indah Gunung Menoreh. Awalnya, desa ini berfungsi sebagai tempat transit dan penginapan bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Candi Borobudur, namun kini telah berkembang menjadi destinasi baru yang menarik untuk dikunjungi.
Karena letaknya yang berada di lereng gunung, desa ini dikelilingi oleh banyak perbukitan. Di bagian selatan, terdapat Perbukitan Menoreh yang terkenal dengan keindahan alamnya. Bagi yang mencari pengalaman berbeda, berburu pemandangan matahari terbit di Watu Kendil di sekitar Perbukitan Menoreh bisa menjadi pilihan yang menarik.
Selama menjelajahi bukit ini, pengunjung juga akan diperkenalkan pada sistem pertanian tradisional masyarakat Menoreh, yaitu tumpang sari. Sistem ini memungkinkan berbagai jenis tanaman tumbuh di lahan yang sama, sehingga di sepanjang jalan, pengunjung akan disuguhkan pemandangan lahan pertanian yang berisi kacang, jagung, ketela, dan cabai yang tumbuh berdampingan.
Kunjungan ke Desa Wisata Candirejo tidak akan lengkap tanpa mencicipi kuliner lokal yang menggugah selera, seperti mangut beong. Hidangan ini terbuat dari ikan beong, yang merupakan spesies endemik di Sungai Progo, dimasak dengan santan dan bumbu rempah kuning yang kaya rasa.
Makanan ini rasanya semakin lezat jika dikonsumsi bersama dengan nasi yang masih hangat dan oseng daun pepaya atau godong gandul.
Pengunjung tidak hanya bisa membeli dan menikmati hidangan ini, tetapi juga dapat terlibat dalam proses pembuatan kuliner khas Desa Wisata Candirejo. Selama berada di sini, mereka dapat menyaksikan cara pembuatan camilan yang banyak diproduksi.
Usaha rumahan warga lokal di Desa Wisata Candirejo menawarkan berbagai produk, seperti keripik pisang, combro, dan keripik tempe.
Bagi para pencinta tantangan, wisata offroad di Desa Wisata Candirejo sangat menarik. Pengunjung dapat menjelajahi jalanan berliku di perbukitan Menoreh, melintasi Kali Progo, dan berakhir di spot Watu Kendil.
Biaya untuk satu kali perjalanan berkisar antara Rp400.000 hingga Rp500.000 per orang, dengan maksimal tiga peserta dalam satu mobil. Perlu dicatat bahwa harga ini dapat berubah sewaktu-waktu.
Di desa ini, terdapat juga sistem memancing tradisional menggunakan perangkap yang disebut bronjong. Menariknya, lokasi pemancingan berada di sungai, memberikan pengalaman unik dan seru bagi pengunjung yang ingin menangkap ikan dengan jala.
Pengrajin di Desa Wisata Candirejo, Magelang, menghasilkan karya seni pahat batu yang luar biasa dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Batu yang digunakan dalam kerajinan ini umumnya adalah batu andesit, yang berasal dari sisa material erupsi Gunung Merapi.
Motif yang diukir sering kali menggambarkan tokoh pewayangan, stupa Candi Borobudur, serta cobek. Selain berfungsi sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara, kerajinan ini juga telah membawa nama Indonesia dikenal hingga ke Belgia dan Amerika Serikat.
Dengan keindahan alam yang menawan, budaya yang kaya, serta keramahan penduduk setempat, Desa Wisata Candirejo menjadi destinasi wisata yang populer bagi mereka yang mencari pengalaman autentik dan ingin mempelajari lebih dalam tentang kehidupan pedesaan di Jawa.









