Agen Travel Pekanbaru Sebut Dampak Imlek Tidak Terasa

Jumat, 05 Februari 2016 17:03

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Kendati Senin (08/02/2016), warga keturunan Tionghoa merayakan Imlek. Para Agent Travel dan Tour di Pekanbaru menuturkan dampak imlek tidak kentara pada penjualan tiket penerbangan.

Seperti yang disampaikan Karyawan Silvita Indah Lestari Tour and Travel, Yudhi kepada kru bertuahpos.com. “Kalau saat ini perayaan imlek tidak terlalu berpengaruh untuk penjualan tiket,” katanya Jumat (05/02/2016).

Yudhi menambahkan untuk rute yang ramai di booking saat ini masih tujuan Pekanbaru ke Jakarta. Selain itu tidak signifikan permintaan membuat harga tiket cenderung normal. “Rata-rata kelas ekonomi diharga Rp 800 ribu,” sebutnya.

Senada dengan hal itu, CM Business Development Shirotul Jannah Tour dan Travel, Rr Dian Sari Anjanie menyebutkan imlek tahun ini tidak begitu mempengaruhi penjualan tiket. Bahkan booking tiket disebut Dian lebih sedikit ketimbang dari hari biasa.

Baca: Subhanallah, Merasa Islam Buat Hidupnya Lebih Baik, Wanita Ini Nyatakan Mualaf

“Berbeda dengan hari raya idul fitri atau liburan sekolah. Adanya imlek tidak otomatis penjualan tiket meningkat,” sebutnya. Selain rute Pekanbaru ke Jakarta, calon penumpang ada juga booking tiket ke Batam, Medan, dan Bandung.

Sedangkan Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Provinsi Riau juga menilai imlek tidak begitu meningkatkan jumlah penumpang. “Berbeda dengan akhir tahun 2015 lalu, arus penumpang saat ini memang ada peningkatan tetapi sedikit,” kata Airport Duty Manager SSK II, Hasnan.

Peningkatan yang terjadi, disebut Hasnan lebih dipengaruhi loong weekend. Sebab perayaan imlek bertepatan jatuh pada hari Senin, sehingga week end bertambah satu hari. Dan dimanfaatkan warga untuk meluangkan waktu berlibur bersama keluarga. Rata-rata jumlah penumpang dari Bandara SSK II berkisar 7000 hingga 8000 orang.

Selain itu kata Hasnan, tidak terlalu ramai arus penumpang disebabkan saat ini dunia penerbangan mengalami masa low season. Mengantisipasi tingginya biaya operasional dan belum stabil jumlah penumpang, ada maskapai yang mengurangi frekuensi terbang serta mengadakan promo dengan harga murah untuk menarik penumpang.

Masa low season ini pun diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga Maret mendatang. Kemudian arus penumpang diprediksi kembali melonjak akibat musim tahun ajaran baru anak kuliah atau liburan. (Riki)