BERTUAHPOS — Sebuah pusat perbelanjaan di Estonia menarik perhatian dunia karena mempertahankan batu berukuran raksasa berusia sekitar 10.000 tahun di tengah bangunannya.
Batu tersebut berada di Viimsi Shopping Centre, kawasan Haabneeme, dan kini menjadi ikon unik yang memadukan arsitektur modern dengan warisan geologi purba.
Batu raksasa itu memiliki keliling sekitar 22 meter dengan tinggi kurang lebih 6 meter. Bongkahan besar tersebut ditemukan pada September 2014 saat proses penggalian untuk pembangunan pusat perbelanjaan dimulai.
Dilansir dari laman Vietnam.vn, Selasa, 17 Februari 2026, awalnya, pengembang berencana menghancurkannya menggunakan bahan peledak agar proyek berjalan sesuai rencana. Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari warga setempat.
Mereka menilai batu itu memiliki nilai sejarah dan geologi yang tinggi sehingga layak dipertahankan. Protes masyarakat mendorong pengembang meninjau ulang keputusan tersebut.
Para ahli geologi kemudian memastikan bahwa batu tersebut merupakan jenis glacial erratic, yakni batu besar yang terbawa pergerakan gletser pada akhir Zaman Es. Saat lapisan es mencair ribuan tahun lalu, batu itu tertinggal di lokasi yang kini menjadi kawasan komersial modern.
Setelah melalui kajian ilmiah, pengembang akhirnya memutuskan mengubah desain bangunan dan membangun pusat perbelanjaan mengelilingi batu tersebut. Keputusan ini justru memberikan nilai tambah estetika dan identitas kuat bagi mal tersebut.
Sejak dibuka sekitar satu dekade lalu, Viimsi Shopping Centre dikenal luas sebagai pusat perbelanjaan dengan konsep arsitektur adaptif. Batu raksasa di dalamnya tidak hanya dibiarkan begitu saja, tetapi juga dimanfaatkan sebagai elemen desain interior dan area instalasi seni.
Kehadiran batu purba ini menarik minat wisatawan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung lokal maupun mancanegara. Banyak yang mengabadikan momen di lokasi tersebut karena jarang ditemukan bangunan modern yang mempertahankan struktur alam sebesar itu.
Di Estonia sendiri, batu-batu besar hasil glasiasi memang dilindungi sebagai monumen alam. Negara Baltik ini memiliki sejarah panjang terkait fenomena geologi akibat pergerakan gletser pada periode Pleistosen.
Keputusan mempertahankan batu raksasa di Haabneeme menunjukkan bahwa pembangunan modern dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian warisan alam. Viimsi Shopping Centre pun menjadi contoh bagaimana nilai sejarah dan lingkungan tetap dijaga di tengah perkembangan kawasan urban.***









