The Wolf of Wall Street: Tentang Ambisi, Kerakusan, dan Makna Hidup

Senin, 08 Februari 2016 12:22

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Bagaimana rasanya memiliki uang yang tiada habis-habisnya. Pasti rasanya seluruh isi dunia bisa dibeli sesuka hati. Namun akhirnya sifat rakus membuat seseorang lupa memaknai arti kehidupan.

Setidaknya itulah, yang ditulis dalam Buku berjudul The Wolf of Wall Street diterbitkan kembali Kompas Gramedia. Buku ini menarik, mengingat dituliskan langsung oleh yang mengalami yakni Jordan Belfort. Seorang mantan penjual es keliling menjadi miliarder saham di usia 26, dan menjadi narapidana di usia 36 tahun.

Sebagaimana yang dikisahkan, siang hari Belfort si the wolf of wall street mencetak penghasilan ribuan dolar per menit. Di malam hari ia menghabiskan uang sebanyak yang bisa ia habiskan, untuk narkoba, seks, dan berkeliling dunia.

Dari menghancurkan yacht supermewah, menabrakkan pesawat jet Gulfstream, tagihan hotel senilai US$700 ribu, sampai menyia-nyiakan istri dan anak-anak yang menunggunya di rumah. Tekanan luar biasa pada karyawan sekaligus pesta gila-gilaan bersama para anak buah yang memanggilnya raja, membuat Belfort jadi hamba dunia.

Baca: Makrifat Nasehat Burung Surga (5) : Sang Ratu Ditangkap Ki Mesakat

Pada tahun 1990 Jordan Belfort, bos perusahaan investasi brutal bernama Stratton Oakmont, menjadi salah satu nama paling terkenal di dunia keuangan Amerika. Dalam biografi yang ditulisnya sendiri ini, Belfort mengisahkan cerita kerakusan, kekuatan, dan akibat luar biasa yang tak tertandingi.

Banyak hal menarik yang disampaikan dalam buku ini. Belfort menunjukkan kita bahwa dalam mencapai karir tidak ada yang mudah. Bahkan saat dia diperkenalkan dalam dunia pialang di LF Rothschild sebagai penghubung, artinya Jordan Belfort bertugas menelpon lima ratus kali sehari ketiap pemilik bisnis. Kalau berhasil tersambung, kemudian diserahkan kepada pialang sebenarnya.

Bahkan belum bekerja, si Belfort yang bakal dikenal The Wolf of Wall Street masa depan mendapat hinaan oleh bos barunya. “Kau lebih rendah daripada Lumpur kolam,” kata Scott si bos barunya.

Namun keadaan berganti cepat, seiring ambisi dan kecerdikan yang dimiliki Belfort. Yang kemudian memutuskan membuka perusahaannya sendiri yang bernama Stratton Oakmont. Tempat di mana para anak muda melimpahkan semangat untuk meraup dollar sebanyak mungkin untuk  memenuhi gaya hidup yang “gila.”

Buku ini bisa menambah wawasan bagi pembaca yang tidak familiar dengan wall street. Hanya saja dalam penuturan kisah ada banyak sekali bahasa yang vulgar dan kasar. Tetapi tetap asyik dibaca, menghibur, sekaligus memberi pencerahan tentang sisi gelap pasar uang di dunia. (Riki)

Judul Buku : The Wolf of Wall Street
Penulis : Jordan Belfort
ISBN : 978-602-03-2224-7
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama 2015
Jenis Cover : Soft Cover
Tebal : 567 halaman