Muhammad Yamin Takut Jenazahnya Ditolak Masyarakat Sawahlunto

Rabu, 28 Oktober 2020 09:01
Muhammad Yamin Takut Jenazahnya Ditolak Masyarakat Sawahlunto

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Muhammad Yamin dikenal sebagai perumus Sumpah Pemuda. Yamin juga berperan penting dalam mendorong Bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia.

Namun, menjelang akhir hayatnya, Yamin ternyata mempunyai ketakutan besar. Yamin dalam wasiatnya berpesan agar nanti dia dikuburkan di kampung halamannya, di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat. Namun, yang dia takutkan adalah masyarakat Sawahlunto tidak menerima jenazahnya.

Advertisement

Saat terjadi peristiwa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Yamin adalah tokoh yang sangat menentang gerakan tersebut. Meski orang Sumatera Barat, namun Yamin sama sekali tidak memihak kepada PRRI.

Atas alasan itulah, maka Yamin mempunyai kekhawatiran bahwa rakyat Sumatera Barat, khususnya Talawi dan Sawahlunto menaruh dendam padanya. Dia takut masyarakat kampungnya tidak mengizinkan jenazahnya dimakamkan di sana.

Baca: Makrifat Burung Surga (12) : Dialog Tasauf Bayan & Menco

Baca : Muhammad Yamin, Perumus Sumpah Pemuda

Yamin kemudian meminta Buya Hamka agar membujuk masyarakat, jika nantinya jenazahnya benar-benar ditolak dimakamkan di Talawi.

Maka diutuslah Menteri Perindustrian saat itu, Chaerul Saleh untuk menemui Buya Hamka. Kebetulan, Chaerul Saleh juga merupakan orang Sawahlunto.

“Jika Buya Hamka yang membujuk masyarakat, pasti semua akan mendengarkan,” ujar Chaerul Saleh, dan Buya Hamka pun bersedia memenuhi permintaan tersebut.

Saat Yamin meninggal pada 17 Oktober 1962, ternyata tidak ada penolakan dari masyarakat Talawi. Mereka sangat mencintai dan membanggakan Yamin sebagai tokoh bangsa. Pemakaman Yamin juga dilaksanakan sebaik-baiknya dengan prosesi militer.

Salah satu jasa Yamin yang masih ada saat ini adalah Universitas Andalas di Padang. Universitas ini didirikan atas jasa Yamin, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan. (bpc4)

Sumber: Buya Hamka, Sebuah Novel Biografi. Karangan Haidar Musyafa, diterbitkan Imania tahun 2018

Berita Terkini

Kamis, 26 November 2020 13:01

Pep: Maradona Membuat Sepakbola Lebih Baik

#MARADONA

Kamis, 26 November 2020 12:47

Travel dan Colt Diesel Aku Kambing di Sijunjung, 4 Penumpang Dikabarkan Meninggal

#kcelakaan #adukambing #sumbar

Kamis, 26 November 2020 12:30

Polisi Masih dalami Dugaan 2 Artis Terlibat dalam Kasus Prostitusi Online

#prostitusionline #prostitusi #artis

Kamis, 26 November 2020 12:22

Mantan Wabup Bengkalis Didakwa Biarkan Lion Tjai Pinjam Bendera Laksanakan Proyek Pipa

#korupasi #wabubbengkalis #muhammad

Kamis, 26 November 2020 12:01

Tentara Azerbaijan Mulai Masuki Wilayah Kaljabar, Nagorno-Karabakh

#NAGORNO-KARABAKH

Kamis, 26 November 2020 11:31

KPPU Ungkap Nama Perusahaan Monopoli Bisnis Kargo Benih Lobster

#lobster #benihlobster #kpk #kppu

Kamis, 26 November 2020 10:45

BPBD Riau Prediksi Banjir Kampar pada Desember-Januari

#banjirriau #banjir2020 #daerahrawanbanjir #riaurawanbanjir

Kamis, 26 November 2020 10:32

Riau Masih Tunggu Petunjuk Mendagri untuk Masalah Walikota Dumai

#dumai #walikotadumai #pemerintahdumai #kotadumai

Kamis, 26 November 2020 10:01

Pramono Ubaid: Golput Tidaklah Bijak

#PILKADA