• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 24, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Tol Lingkar Pekanbaru Bakal Lintasi Lahan Gambut di Rimbo Panjang dan Kualu Nenas, Apakah Konstruksinya Ramah Lingkungan?

Salah satu strategi yang digunakan dalam pembangunan adalah menerapkan konstruksi berbasis pancang, terutama pada wilayah-wilayah rawan seperti proyek jembatan di Jalan Nasional Pekanbaru–Bangkinang.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 Juli 2025
Tol Lingkar Pekanbaru Bakal Lintasi Lahan Gambut di Rimbo Panjang dan Kualu Nenas, Apakah Konstruksinya Ramah Lingkungan?

Konstruksi jembatan Siak yang merupakan bagian di proyek tol lingkar pekanbaru | Foto: Dok. HK.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Selain soal pembebasan lahan, pembangunan proyek jalan tol lingkar Pekanbaru dihadapkan pada tantangan kontur lahan gambut di beberapa titik yang bakal dilintasi jalan bebas hambatan ini.

Berdasarkan pemetaan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) — sebagai pihak yang dipercaya oleh PT Hutama Karya untuk mengerjakan konstruksi jalan tol lingkar Pekanbaru — mendapati setidaknya ada dua titik lokasi yang bakal dilintasi tol tapi dengan kontur tanah gambut.

“Yang paling mendominasi itu di daerah Rimbo Panjang dan Desa Kualu Nenas (Kampar),” Site Cost Commercial Manager (SCCM) Tol Lingkar Pekanbaru, Anditya Surya Arif Dinata di Pekanbaru belum lama ini.

Kendati demikian, pihaknya memastikan pembangunan konstruksi tol lingkar Pekanbaru tetap mengedepankan pendekatan ramah lingkungan dan tahan bencana. “Sebisa mungkin kami akan menjaga ekosistem gambutnya agar tidak rusak,” ujarnya.

Salah satu strategi yang digunakan dalam pembangunan adalah menerapkan konstruksi berbasis pancang, terutama pada wilayah-wilayah rawan seperti proyek jembatan di Jalan Nasional Pekanbaru–Bangkinang.

Dia menyebut, Pembangunan jembatan dengan metode pancang menjadi solusi untuk meminimalisir gangguan terhadap struktur tanah gambut dan kondisi di bawah permukaan.

Tak hanya itu, desain konstruksi jalan tol ini juga dirancang tahan terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan banjir. Hal ini menjadi penting mengingat sebagian trase tol berada di dekat Sungai Siak yang rentan terhadap genangan air dan pergeseran tanah.

“Kami sudah desain aman terhadap bencana alam, terutama gempa dan banjir. Area sekitar Sungai Siak menjadi salah satu perhatian utama dalam perencanaan teknis,” tambah Anditya.

Dengan pendekatan yang mengedepankan keamanan dan kelestarian lingkungan, proyek tol Lingkar Pekanbaru diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah tanpa mengorbankan ekosistem gambut yang sensitif. Proyek ini juga menjadi bagian dari rencana besar peningkatan infrastruktur nasional di Pulau Sumatera.

Adapun progres pembangunan fisik jalan tol lingkar Pekanbaru hingga akhir Juni 2025, sekitar 57,57 persen. Proyek infrastruktur strategis ini dibangun sepanjang 30,5 kilometer.

Dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero), tol ini tidak hanya difungsikan sebagai penghubung antara Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Proyek ini dirancang menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor yang dilaluinya.

Tol Lingkar Pekanbaru menjadi bagian penting dalam pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya ruas Pekanbaru–Rengat. Ke depannya, jalur ini akan terintegrasi dengan ruas tol lainnya seperti Pekanbaru–Dumai dan Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar, yang akan menciptakan sistem transportasi yang saling terhubung dan efisien.***


Reporter: Melba   |   Simak informasi lainnya tentang INFRASTRUKTUR
Tags: Berita Pekanbaruinfrastruktur
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya
Lingkungan

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

...

Read moreDetails
Inilah 4 Tempat Wisata di Riau yang Populer, Nomor 3 Ada Chinatown Versi Mini

Inilah 4 Tempat Wisata di Riau yang Populer, Nomor 3 Ada Chinatown Versi Mini

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

Luncurkan Poliklinik Utama dan Unit Darah Mandiri, RSUD Arifin Achmad Targetkan Kemandirian Penuh

RSUD Arifin Achmad Kejar Predikat Paripurna di Tengah Standar Baru Kemenkes

FiberStar Hadirkan Solusi Teknologi Terintegrasi untuk Dukung Kebutuhan Bisnis di Pekanbaru

FiberStar Hadirkan Solusi Teknologi Terintegrasi untuk Dukung Kebutuhan Bisnis di Pekanbaru

Foto: Istimewa

dr Romy Deviandri Pimpin PEROSI Riau, Dorong Gerakan Sadar Tulang Sehat

Next Post
2025 menjadi tahun terakhir bagi Kementerian Agama (Kemenag) sebagai penyelenggara ibadah haji. Tahun depan, urusan ini akan ambil alih oleh Badan Penyelenggara atau BP Haji.

Nasaruddin Umar Minta Maaf, Ini Tahun Terakhir Kemenag Jadi Penyelenggara Haji

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.