BERTUAHPOS – Selain soal pembebasan lahan, pembangunan proyek jalan tol lingkar Pekanbaru dihadapkan pada tantangan kontur lahan gambut di beberapa titik yang bakal dilintasi jalan bebas hambatan ini.
Berdasarkan pemetaan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) — sebagai pihak yang dipercaya oleh PT Hutama Karya untuk mengerjakan konstruksi jalan tol lingkar Pekanbaru — mendapati setidaknya ada dua titik lokasi yang bakal dilintasi tol tapi dengan kontur tanah gambut.
“Yang paling mendominasi itu di daerah Rimbo Panjang dan Desa Kualu Nenas (Kampar),” Site Cost Commercial Manager (SCCM) Tol Lingkar Pekanbaru, Anditya Surya Arif Dinata di Pekanbaru belum lama ini.
Kendati demikian, pihaknya memastikan pembangunan konstruksi tol lingkar Pekanbaru tetap mengedepankan pendekatan ramah lingkungan dan tahan bencana. “Sebisa mungkin kami akan menjaga ekosistem gambutnya agar tidak rusak,” ujarnya.
Salah satu strategi yang digunakan dalam pembangunan adalah menerapkan konstruksi berbasis pancang, terutama pada wilayah-wilayah rawan seperti proyek jembatan di Jalan Nasional Pekanbaru–Bangkinang.
Dia menyebut, Pembangunan jembatan dengan metode pancang menjadi solusi untuk meminimalisir gangguan terhadap struktur tanah gambut dan kondisi di bawah permukaan.
Tak hanya itu, desain konstruksi jalan tol ini juga dirancang tahan terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan banjir. Hal ini menjadi penting mengingat sebagian trase tol berada di dekat Sungai Siak yang rentan terhadap genangan air dan pergeseran tanah.
“Kami sudah desain aman terhadap bencana alam, terutama gempa dan banjir. Area sekitar Sungai Siak menjadi salah satu perhatian utama dalam perencanaan teknis,” tambah Anditya.
Dengan pendekatan yang mengedepankan keamanan dan kelestarian lingkungan, proyek tol Lingkar Pekanbaru diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah tanpa mengorbankan ekosistem gambut yang sensitif. Proyek ini juga menjadi bagian dari rencana besar peningkatan infrastruktur nasional di Pulau Sumatera.
Adapun progres pembangunan fisik jalan tol lingkar Pekanbaru hingga akhir Juni 2025, sekitar 57,57 persen. Proyek infrastruktur strategis ini dibangun sepanjang 30,5 kilometer.
Dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero), tol ini tidak hanya difungsikan sebagai penghubung antara Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Proyek ini dirancang menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor yang dilaluinya.
Tol Lingkar Pekanbaru menjadi bagian penting dalam pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya ruas Pekanbaru–Rengat. Ke depannya, jalur ini akan terintegrasi dengan ruas tol lainnya seperti Pekanbaru–Dumai dan Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar, yang akan menciptakan sistem transportasi yang saling terhubung dan efisien.***









