BERTUAHPOS.COM — Pemeliharaan Jembatan Siak 3 di Pekanbaru dilakukan dengan penutupan total dan pengalihan arus kendaraan ke Jembatan Siak 1. Pekerjaan perawatan kedua jembatan itu dilakukan untuk memulihkan kemampuan struktur dalam menahan beban kendaraan dan memperpanjang usia jembatan.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Zulfahmi, mengatakan pekerjaan di Jembatan Siak 3 dilaksanakan setelah pemeliharaan Jembatan Siak 1 selesai. Jembatan Siak 1 kini telah kembali dibuka setelah melalui uji coba lalu lintas.
“Jembatan Siak 1 kan sudah selesai dan sudah dibuka. Sudah uji coba lalu lintas juga. Sekarang giliran Jembatan Siak 3,” kata Zulfahmi di Pekanbaru, Senin, 26 Oktober 2026.
Dia menambahkan, selama pekerjaan berlangsung, kendaraan yang biasanya melintasi Jembatan Siak 3 akan dialihkan ke Jembatan Siak 1. Pengaturan tersebut mengikuti pola pengerjaan bergantian yang telah direncanakan untuk kedua jembatan tersebut.
Menurut Zulfahmi, pemeliharaan Jembatan Siak 1 dan Jembatan Siak 3 merupakan satu rangkaian pekerjaan. Pemerintah melanjutkan pengerjaan ke jembatan berikutnya setelah tahap sebelumnya rampung, sehingga perawatan dapat dilakukan secara berurutan.
“Jadi perbaikan Jembatan Siak 1 dan Siak 3 itu sebenarnya sepaket. Artinya, kalau pekerjaan di Jembatan Siak 1 sudah selesai, otomatis dilanjutkan ke Jembatan Siak 3,” ujarnya.
Dari sisi teknis, salah satu persoalan yang menjadi perhatian pada Jembatan Siak 3 adalah penurunan kualitas bagian yang berfungsi menahan beban.
Kondisi tersebut berkaitan dengan ketidakseimbangan sistem pembebanan, sehingga pekerjaan pemeliharaan diarahkan untuk mengembalikan distribusi beban agar lebih merata di seluruh bagian penopang.
Zulfahmi menjelaskan, perbaikan diperlukan karena kondisi struktur jembatan dapat memengaruhi masa pakainya. Jika penurunan kualitas tidak ditangani, usia layanan jembatan berpotensi menjadi lebih pendek.
Karena itu, pemeliharaan tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kondisi saat ini, tetapi juga menjaga kemampuan jembatan dalam menampung kendaraan yang melintas.
Ia mengatakan, kondisi kedua jembatan perlu diperhatikan seiring bertambahnya usia dan aktivitas lalu lintas. Frekuensi pemeriksaan, menurut dia, juga berkaitan dengan volume kendaraan yang menggunakan jembatan.
“Jadi, semakin tinggi volume lalu lintas, semakin cepat pula kebutuhan untuk melakukan pengecekan,” jelas Zulfahmi.
Dia menyebut Jembatan Siak 1 sebelumnya telah cukup lama tidak menjalani pemeliharaan, yakni lebih dari 5 tahun. Padahal, pemeriksaan berkala perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi struktur sebelum pemerintah menghitung kebutuhan biaya perawatan.
“Minimal kita 5 tahun sekali coba kita lakukan pengecekan, kita melakukan pengujian pembebanan, kemudian nanti baru kita hitung berapa biaya pemeliharaan,” ujarnya.*









