• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Standarisasi Harga Kelapa di Inhil Harus Fair, Gubri: Saat Murah Pemerintah Seolah Tidak Peduli

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Maret 2025
Standarisasi Harga Kelapa di Inhil Harus Fair, Gubri: Saat Murah Pemerintah Seolah Tidak Peduli

Gubernur Riau, Abdul Wahid | Foto: Dok.MCR

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Adanya permintaan mitigasi kelangkaan kelapa di Inhil karena menurunnya ketersediaan bahan baku yang dituangkan dalam Surat dengan Nomor B/500.1.1/047.1/DPP-SET/2025, membuat Gubernur Riau, Abdul Wahid, angkat suara.

Dia mengaku sangat kecewa, terlebih dalam surat itu secara khusus mengusulkan standarisasi harga kelapa di Indragiri Hilir (Inhil). Menurutnya, kebijakan tersebut harus diterapkan secara adil dan tidak hanya ketika harga kelapa sedang tinggi.

“Saya kecewa dengan adanya surat yang meminta standarisasi harga kelapa,” katanya di Pekanbaru belum lama ini.

Secara prinsip, Wahid setuju bahwa kegiatan operasional perusahaan harus dilindungi. Terutama dalam hal ketersediaan bahan baku. “Tapi, jangan hanya ketika harga kelapa mahal, pemerintah baru turun tangan. Saat harga kelapa murah, pemerintah seolah tidak peduli. Saya tidak ingin pola seperti ini terus berulang,” tegas Wahid.

Menurutnya, kebijakan harga kelapa harus ditata ulang agar lebih berkeadilan bagi petani dan pelaku industri. Jika memang perlu standarisasi harga, maka pemerintah harus menetapkannya secara tetap, baik saat harga tinggi maupun rendah.

“Kalau memang sepakat, buat saja standar harga kelapa oleh pemerintah. Mau mahal atau murah, tetap ada standar harganya,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Wahid telah meminta Dinas Perkebunan (Disbun) untuk mengkaji kebijakan harga untuk semua komoditas perkebunan, tidak hanya kelapa. Komoditas lain seperti sawit, karet, dan kopi juga perlu mendapatkan perhatian serupa agar kesejahteraan petani lebih terjamin.

“Kita lihat saja bagaimana pemerintah pusat sudah menetapkan harga gabah di angka Rp6.500 per kilogram. Jika tidak ada yang mau membeli dengan harga itu, maka pemerintah yang harus turun tangan. Saya ingin skema seperti ini diterapkan untuk komoditas lainnya juga,” ujar Wahid.***

Tags: perkebunan
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab
Lingkungan

Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab

...

Read moreDetails
Realisasi Penanaman Peremajaan Kebun Kelapa Riau Baru 48 Persen

Realisasi Penanaman Peremajaan Kebun Kelapa Riau Baru 48 Persen

Petani Masih Perlu Dukungan Pemerintah untuk Dongkrok Nilai Jual Kopi Liberika Meranti

Tembus 2 Ribu Ton Kepulauan Meranti Masih Jadi Daerah dengan Produksi Kopi Tertinggi di Riau

Panen Mangga Alphonso India Hancur Berantakan, Ini Penyebabnya

Panen Mangga Alphonso India Hancur Berantakan, Ini Penyebabnya

Petani Masih Perlu Dukungan Pemerintah untuk Dongkrok Nilai Jual Kopi Liberika Meranti

Petani Masih Perlu Dukungan Pemerintah untuk Dongkrok Nilai Jual Kopi Liberika Meranti

BI Riau Dorong Pengembangan Potensi Kopi Lokal Lewat Peningkatan Kapasitas SDM

BI Riau Dorong Pengembangan Potensi Kopi Lokal Lewat Peningkatan Kapasitas SDM

Next Post
BRK Syariah juga menyalurkan program CSR, secara simbolis oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid, didampingi oleh Bupati Rokan Hulu, Anton; Wakil Bupati Syafaruddin Poti, serta perwakilan BRK Syariah kepada pengurus Masjid Al Muslimin Dusun II Desa Rambah Tengah, Minggu (9/3/2025).

BRK Syariah Ajak Masyarakat Rokan Hulu Manfaatkan Tabungan Haji dan Umrah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.