BERTUAHPOS – Gubernur Riau menegaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam mengembangkan potensi kelautan dan perikanan di Riau. Menurutnya, Provinsi Riau memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor kelautan, dengan posisi geografis strategis yang dekat dengan jalur perdagangan dunia seperti Selat Melaka.
“Riau berada di jalur perdagangan dunia. Potensi perikanan kita sangat besar. Dulu kita kenal Bagansiapiapi sebagai pelabuhan ikan terbesar,” ungkap Gubernur, dalam sebuah diskusi yang digelar baru-baru ini.
Ia menambahkan, potensi besar juga terdapat di Kepulauan Meranti yang cocok untuk perikanan tangkap dan budidaya. Namun, hingga kini pemanfaatannya masih terkendala oleh minimnya fasilitas dan infrastruktur penunjang.
Selain laut, Riau juga diberkahi dengan empat sungai besar yakni Indragiri, Kampar, Siak, dan Rokan yang memperkaya potensi perikanan air tawar.
Gubernur turut menyoroti potensi mangrove sebagai kawasan pengembangan kepiting dan udang vaname yang kini telah dikelola secara terintegrasi di Pulau Rupat oleh sektor swasta.
Ia berharap adanya dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mempercepat pengembangan sektor ini di Riau. “Kami mohon dorongan dan intervensi dari pemerintah pusat agar potensi ini bisa benar-benar dimaksimalkan,” ujarnya.
Data pendukung yang pernah dikeluarkan Pemprov Riau
- Produksi Perikanan Riau:
Produksi perikanan di Riau menunjukkan tren positif, dengan total produksi mencapai 259.629 ton pada tahun 2023, naik dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 246.222 ton.
- Ekonomi Nelayan Riau:
Nilai tukar nelayan di Riau tercatat sebesar 105,06 persen, menandakan peningkatan daya beli dan kesejahteraan nelayan di daerah ini.
- Luas Mangrove di Riau:
Pada tahun 2024, luas hutan mangrove di Riau tercatat mencapai 225.376 hektar. tersebar di wilayah pesisir seperti Dumai, Bengkalis, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Pelalawan, hingga Rokan Hilir. Ekosistem ini menjadi penyangga penting bagi lingkungan pesisir dan kehidupan masyarakat sekitar.
***









