• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

RSUD Arifin Achmad Tangani Kasus Langka Agenesis Vagina, Wanita 27 Tahun Haid Lewat Saluran Kencing

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 April 2026
RSUD Arifin Achmad Tangani Kasus Langka Agenesis Vagina, Wanita 27 Tahun Haid Lewat Saluran Kencing

Tim dokter di RSUD Arifin Achmad saat melakukan operasi kasus langka Agenesis Vagina pada Wanita 27 Tahun | Foto: Dok. RSUD Arifin Achmad.

213
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — RSUD Arifin Achmad Pekanbaru kembali menangani kasus langka, yakni agenesis vagina pada seorang wanita berusia 27 tahun. Kelainan ini membuat pasien tidak memiliki saluran vagina, sehingga darah menstruasi keluar darah dari saluran urin setiap bulan.

Adapun tim dokter yang menangani kasus ini, dr. Sony, Sp.AN, Dr. dr. Edy Fakhrizal, Sp.OG(K)Urogin Re, dr. Parsaoran Nababan, Sp.U(K) dan dr .Muhammad Adan Yashar. Sp.U Subsp. TRK(K).

“Jadi, kasus ini merupakan kasus yang langka. Saya mencoba mencari di jurnal-jurnal internasional yang sudah terpublikasi, dan hanya ditemukan sekitar 37 kasus di dunia. Jika nanti kasus ini berhasil kami publikasikan, maka ini bisa menjadi kasus ke-38 di dunia,” ujarnya.

Pasien diketahui belum pernah mengalami menstruasi normal seperti perempuan pada umumnya. Namun setiap bulan urinnya berdarah selama empat sampai enam hari disertai nyeri perut, menyerupai siklus haid.

“Kasus ini dialami seorang perempuan berusia 27 tahun yang belum pernah mengalami haid normal seperti perempuan pada umumnya. Namun, pasien diduga tetap mengalami menstruasi, karena setiap bulan urinnya berdarah selama 4 sampai 6 hari, seperti siklus haid biasa,” jelasnya.

Menurut tim medis, kondisi itu dalam istilah kedokteran disebut menouria. Darah menstruasi keluar melalui saluran kemih karena jalur reproduksi normal tidak terbentuk.

dr. Edy menjelaskan inti kelainan pasien berada pada struktur organ reproduksi yang tidak normal. Rahim pasien menyatu dengan buli-buli atau kandung kemih, sedangkan vagina tidak terbentuk sempurna.

Ia menegaskan pasien memang tidak memiliki saluran vagina. Akibatnya darah haid tidak dapat keluar melalui jalur normal dan mengalir ke kandung kemih.

Untuk menangani kondisi tersebut, tim dokter memutuskan melakukan operasi rekonstruksi. Tindakan itu bertujuan menelusuri sisa saluran yang mungkin masih ada dan membentuk vagina baru.

Vagina baru yang dibuat melalui prosedur medis disebut neo vagina. Setelah saluran terbentuk, rahim akan dihubungkan kembali ke jalur reproduksi normal.

dr. Edy menerangkan agenesis vagina merupakan kelainan bawaan sejak dalam kandungan. Gangguan diduga terjadi saat pembentukan organ janin pada usia kehamilan lima sampai delapan minggu.

“Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin dinilai sangat penting. Deteksi dini dapat membantu menemukan kelainan bawaan sebelum anak tumbuh dewasa,” jelasnya.

Pasien awalnya dirujuk dari dokter urologi karena mengalami urin berdarah setiap bulan. Selain itu, pasien juga mengeluhkan tidak pernah haid sejak usia pubertas.

Dokter urologi kemudian mencurigai adanya agenesis vagina. Dugaan itu muncul karena darah menstruasi justru keluar melalui urin akibat hubungan abnormal antara rahim dan kandung kemih.

Menurut dr. Edy, keterlambatan diagnosis masih sering terjadi di masyarakat. Banyak keluarga menganggap tidak haid hanya masalah terlambat menstruasi biasa.

Sebagian pasien juga tidak mengetahui fasilitas kesehatan yang tepat untuk menangani keluhan tersebut. Padahal rumah sakit rujukan telah memiliki divisi uroginekologi untuk kasus kompleks seperti ini.

“Dalam pemeriksaan awal, tim medis melakukan anamnesis dan evaluasi fisik menyeluruh. Secara umum pasien memiliki ciri fisik perempuan normal tanpa tanda kelainan jenis kelamin,” sebutnya.

Pemeriksaan DNA juga dilakukan dan menunjukkan genetik perempuan. Langkah itu memperkuat diagnosis sebelum tindakan lanjutan dijalankan.

Tim kemudian melakukan pemeriksaan fisik khusus uroginekologi. Dari evaluasi organ genital luar dan dalam, saluran vagina dipastikan tidak terbentuk.

“Pemeriksaan penunjang dilakukan melalui USG dan MRI. Hasil pencitraan menunjukkan rahim bermuara ke kandung kemih sehingga darah haid keluar melalui saluran kemih,” kata dr. Edy

Menurutnya, fasilitas RSUD Arifin Achmad cukup memadai untuk menangani kasus langka tersebut. Penanganan seperti ini membutuhkan pengalaman, ketelitian diagnosis, dan teknik rekonstruksi yang presisi.

Setelah seluruh pemeriksaan selesai, tim memutuskan operasi sebagai terapi utama. Hubungan antara rahim dan kandung kemih harus dipisahkan agar fungsi keduanya kembali normal.

Rahim selanjutnya akan direkonstruksi dan diarahkan ke vagina baru. Target akhir tindakan ini adalah pasien dapat menstruasi normal serta berkemih tanpa darah.

Adapun operasi ini melibatkan tim multidisiplin dari bidang urologi dan uroginekologi. Dokter Adan dari urologi serta dokter Saor dari Pontianak turut dilibatkan karena pernah menangani kasus serupa.

dr. Edy menyebut, secara teknis, dokter urologi bertugas memisahkan rahim dari kandung kemih. Setelah itu kandung kemih dikembalikan ke jalur normal agar pasien dapat buang air kecil lancar.

Sementara tim uroginekologi melakukan perbaikan rahim dan pembentukan vagina baru. Setelah jalur selesai, rahim dihubungkan ke saluran tersebut.

“Operasi diperkirakan berlangsung lebih dari tiga jam. Proses panjang itu menyesuaikan tingkat kerumitan anatomi pasien,” sebutnya.

Pemulihan jangka pendek memerlukan waktu sekitar 10 sampai 14 hari. Luka operasi dan vagina baru harus dipantau ketat selama masa rawat inap.

Kandung kemih yang sudah diperbaiki juga perlu diistirahatkan selama dua sampai tiga minggu. Setelah itu pasien menjalani kontrol rawat jalan berkala.

Untuk pemulihan jangka panjang, pasien baru diperbolehkan berhubungan suami istri setelah dua sampai tiga bulan. Saat ini pasien diketahui telah menikah sekitar dua tahun namun belum bisa berhubungan secara layak.

dr. Edy menyebut pasien juga akan mendapat latihan khusus pascaoperasi. Kepatuhan menjalankan instruksi medis sangat menentukan keberhasilan terapi.

RSUD Arifin Achmad disebut memiliki tenaga dan sarana dasar yang cukup baik. Namun pengembangan alat canggih serta layanan terpadu tetap dibutuhkan ke depan.

RSUD Arifin Achmad diharapkan memiliki pusat layanan khusus seperti center uroginekologi dan center urologi rekonstruksi. Langkah tersebut akan memperkuat pelayanan kasus langka di Riau.

Dokter juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan menstruasi. Keluhan seperti terlambat haid, nyeri berlebihan, atau urin merah setiap bulan harus segera diperiksakan.

“Kami juga terus mengedukasi masyarakat bahwa rumah sakit ini mampu menangani kelainan bawaan organ reproduksi perempuan,” kata dr. Edy.[]

Tags: agenesis vaginakasus langkarsud arifin achmad
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Siapa Cepat Dia Dapat, Kuota Cek Kesehatan Gratis di RSUD Arifin Achmad 200 Orang
Lifestyle

Siapa Cepat Dia Dapat, Kuota Cek Kesehatan Gratis di RSUD Arifin Achmad Hanya 200 Orang

...

Read moreDetails
BOR Tembus 91,54 Persen, Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap RSUD Arifin Achmad Cenderung Membaik

BOR Tembus 91,54 Persen, Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap RSUD Arifin Achmad Cenderung Membaik

Kasus Dua Rahim Remaja 14 Tahun di RSUD Arifin Achmad Berhasil Ditangani, Dokter Ungkap Penyebab Langka

Kasus Dua Rahim Remaja 14 Tahun di RSUD Arifin Achmad Berhasil Ditangani, Dokter Ungkap Penyebab Langka

rumah singgah arifin achmad

Direktur RSUD AA Sebut Kehadiran Rumah Singgah Belum Cukup Tampung Keluarga Pasien

Seiring Pengembangan Pembangunan, RSUD Arifin Achmad Kekurangan Air Bersih

Dirut RSUD Arifin Achmad: Tak Ada Perbedaan Perawatan Pasien Covid-19 Varian Delta

Next Post
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Pertanian hingga Berdampak Pada Jam Kerja Petani

Cuaca Panas Ekstrem Ancam Pertanian hingga Berdampak Pada Jam Kerja Petani

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.