BERTUAHPOS.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi menetapkan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau sebagai rumah sakit pengampu pelayanan jantung dan pembuluh darah bagi seluruh rumah sakit kabupaten/kota di Provinsi Riau. Penunjukan ini sebagai bentuk kepercayaan besar dari Kemenkes terhadap RSUD Arifin Achmad dalam upaya mendekatkan akses layanan kesehatan jantung kepada masyarakat Riau tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Arifin Achmad, drg. Yusi Prastiningsih, MM, Kamis, 4 Juni 2026. “Alhamdulillah, RSUD Arifin Achmad ditunjuk sebagai rumah sakit pengampu pelayanan jantung bagi rumah sakit kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Sebelumnya, peran ini dijalankan oleh RSUP M Djamil Padang,” ujar Yusi.
Status baru RSUD Arifin Achmad sebagai rumah sakit pengampu tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Nomor HK.02.02/D/1619/2026. Keputusan itu mengatur tentang Rumah Sakit Pengampu Regional Pelayanan Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).
Sebagai tindak lanjut, RSUD Arifin Achmad akan menandatangani perjanjian kerja sama dengan 12 rumah sakit daerah kabupaten/kota di Riau. Penandatanganan dijadwalkan berlangsung di RSUD Kota Dumai pada Jumat, 5 Juni 2026.
Yusi menjelaskan, sebagai rumah sakit pengampu, RSUD Arifin Achmad bertugas mendampingi rumah sakit jejaring dalam meningkatkan kemampuan pelayanan secara menyeluruh. Cakupannya meliputi pengembangan sumber daya manusia, tata kelola layanan, hingga peningkatan kualitas penanganan pasien jantung di daerah.
“Melalui pola pengampuan ini, kami akan mendampingi rumah sakit kabupaten/kota dalam pengembangan pelayanan jantung sehingga akses layanan kesehatan masyarakat menjadi lebih dekat, cepat, dan berkualitas,” kata Yusi.
Dengan sistem pengampuan yang diterapkan RSUD Arifin Achmad ini, rumah sakit daerah diharapkan mampu memberikan pelayanan jantung yang lebih baik dan komprehensif. Pada akhirnya, kebutuhan rujukan pasien ke luar Riau pun diharapkan bisa berkurang secara signifikan.
Yusi juga menegaskan bahwa agenda di Dumai besok bukan sekadar seremoni penandatanganan kerja sama. Momen itu sekaligus menandai dimulainya program pengampuan jantung oleh RSUD Arifin Achmad kepada seluruh rumah sakit jejaring se-Riau.
“Besok kami melaksanakan penandatanganan MoU atau PKS dengan seluruh RSUD di Riau yang menjadi jejaring pengampuan. Kegiatannya dipusatkan di RSUD Kota Dumai dan sekaligus menandai dimulainya pelayanan pengampuan jantung oleh RSUD Arifin Achmad,” ungkap Yusi.
Ia berharap program pengampuan ini mampu mempercepat pemerataan layanan kesehatan spesialistik di berbagai pelosok Riau. Penyakit jantung dan pembuluh darah yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia perlu ditangani lebih cepat dan merata hingga ke tingkat daerah.
“Dengan adanya pengampuan ini, diharapkan kemampuan rumah sakit daerah semakin meningkat sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan lebih optimal tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah,” tutup Yusi.









