BERTUAHPOS.COM — Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan anggaran Rp5 miliar hingga Rp7 miliar untuk membangun tugu baru sebagai pengganti Tugu Zapin di persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Gajah Mada, Pekanbaru.
Besaran anggaran tersebut masih bergantung pada desain yang dipilih, dengan biaya pembangunan dan kemudahan perawatan menjadi pertimbangan dalam menentukan konsep tugu pengganti.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Zulfahmi, mengatakan pihaknya sedang menyiapkan Detail Engineering Design (DED) atau rancangan teknis terperinci.
Hingga Senin, 26 Oktober 2026, terdapat 3 alternatif desain yang sedang diwacanakan, yakni tugu titik nol, tugu tanjak, dan tugu perahu lancang kuning. Namun, dia menegaskan bahwa Ketiga alternatif tersebut belum ditetapkan sebagai desain final.
Menurut Zulfahmi, penyelesaian DED menjadi bagian penting sebelum pemerintah menentukan bentuk tugu yang akan dibangun sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan anggaran.
“Sejauh ini opsi-opsi itu yang muncul. Kami juga sedang menyelesaikan DED-nya,” ujar Zulfahmi kepada Bertuahpos.com, saat ditemui di Gedung Daerah, Senin, 26 Oktober 2026.
Dari sisi ekonomi, Pemprov Riau ingin memastikan tugu baru tidak hanya memenuhi kebutuhan estetika dan identitas daerah, tetapi juga lebih efisien dalam pemeliharaan jangka panjang.
Pertimbangan ini muncul karena perawatan Tugu Zapin dinilai tidak mudah, sehingga desain pengganti diarahkan agar tidak menimbulkan beban pemeliharaan yang serupa.
Zulfahmi menjelaskan, rancangan tugu baru akan menghindari penggunaan material mahal seperti yang terdapat pada Tugu Zapin. Pemilihan bahan menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan untuk mengendalikan kebutuhan biaya, baik dalam pembangunan maupun perawatan setelah tugu selesai dikerjakan.
“Pertama, tentu tidak menggunakan material-material yang mahal, seperti tembang yang ada di Tugu Zapin. Lalu, kedua, nantinya juga akan dipadukan dengan sentuhan-sentuhan Melayu lokal, lengkap dengan ornamen-ornamen Melayu,” katanya.
Dia menekankan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa efisiensi anggaran menjadi salah satu dasar dalam pembahasan desain. Namun, pemerintah belum merinci pembagian biaya untuk setiap alternatif tugu maupun besaran anggaran yang akan digunakan setelah rancangan teknis selesai disusun.
Dengan alokasi yang disiapkan hingga Rp7 miliar, keputusan mengenai desain akan berpengaruh terhadap kebutuhan biaya pembangunan. Karena itu, nilai anggaran tersebut belum dapat dipastikan sebagai biaya final sebelum konsep tugu pengganti ditentukan.
Di sisi lain, Zulfahmi menegaskan rencana penggantian bukan berarti pemerintah mengabaikan keberadaan Tugu Zapin yang saat ini berdiri di Pekanbaru.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya memperbaiki monumen tersebut membutuhkan pertimbangan tersendiri karena tidak mudah dilakukan dan memerlukan biaya besar.
“Saya ingin meluruskan kepada kita semua, kita bukan berarti tidak menghargai apa yang ada sekarang. Melakukan perbaikan Tugu Zapin sekarang itu juga tidak mudah dan biaya besar,” ujarnya.*








