BERTUAHPOS.COM — Tugu Zapin Riau di Bundaran Jalan Jenderal Sudirman berpeluang diganti dengan ikon baru yang lebih representatif. Material tembaga bernilai ekonomi tinggi serta kerumitan perawatan menjadi pertimbangan utama mengapa tugu ikonik tersebut tidak akan ditampilkan lagi.
Menurut Plt Kepala Dinas PUPR PKPP Riau Zulfahmi, monumen karya seniman ternama I Nyoman Nuarta itu, selama ini berulang kali menjadi sasaran pencurian. Akibatnya, sebagian besar elemen patung hilang dan kini hanya menyisakan rangka besi.
“Material tugu lama menggunakan tembaga yang memang memiliki nilai ekonomis tinggi. Itu menjadi salah satu penyebab kenapa berkali-kali dicuri hingga kondisinya rusak seperti sekarang,” ujarnya kepada Bertuahpos, Rabu, 7 Juli 2026.
Selain persoalan kriminalitas, kerumitan perawatan juga menjadi kendala serius. Patung tersebut dibuat dengan desain dan teknik khusus, sehingga tidak bisa diperbaiki oleh sembarang seniman.
Pemprov Riau menilai ketergantungan pada pengrajin tertentu seperti I Nyoman Nuarta, justru menjadi beban jangka panjang. Oleh sebab itu, rancangan ikon baru akan melibatkan arsitek lokal agar perawatan ke depan lebih mudah dan mencerminkan identitas daerah.
“Karya itu dibuat dengan desain dan teknik khusus. Tidak semua orang bisa memperbaikinya, sehingga cukup menyulitkan,” jelas Zulfahmi.
Dalam proses penjaringan masukan, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau turut menyampaikan pandangan soal representasi budaya yang dinilai kurang tepat pada patung saat ini. Filosofi Tari Zapin yang dibawakan penari laki-laki dengan laki-laki belum sepenuhnya tergambar pada monumen ini.
“Kami tidak sedang memperdebatkan itu, hanya menghimpun berbagai pandangan sebagai bahan pertimbangan. Keputusan akhir tetap ada di tangan Gubernur,” tutup Zulfahmi.








