BERTUAHPOS – Proyek Tol Lingkar Pekanbaru masih dihadapkan pada pembebasan lahan.
Dari total panjang 30,5 kilometer, proyek ini baru selesai membebaskan 21 kilometer. Sisanya, sepanjang 9 kilometer masih belum tuntas dibebaskan.
Project Director Ruas Tol Rengat – Pekanbaru seksi Lingkar Pekanbaru, Mahar Muliawan, menyebutkan bahwa pembebasan lahan mencakup dua wilayah; Pekanbaru dan Kampar.
Di Pekanbaru, pihaknya telah membebaskan seluruh lahan karena semuanya milik pribadi. Untuk wilayah Kampar, sebagian lahan masuk kawasan hutan.
Tapi SK pelepasan sudah keluar sejak Desember 2022, dan SK penetapan batas kawasan hutan terbit pada November 2023. Dengan kata lain, perubahan fungsinya sudah selesai dan tak lagi menjadi kendala.
Namun, kata Mahar, masalah utama justru muncul dari ketidakcocokan nilai ganti rugi untuk lahan perorangan dan tumpang tindih kepemilikannya.
“Kami menemukan banyak kasus lahan yang diklaim lebih dari satu pihak. Itu yang memperlambat proses. Di Tol Lingkar saja, ada lebih dari 1.000 bidang yang bermasalah,” kata Mahar, Jumat, 1 Agustus 2025.
Proyek jalan tol ini membentang sepanjang 30 kilometer dan mencakup sekitar 4.500 bidang lahan.
Pemerintah menargetkan tol ini bisa membantu mengurai kemacetan dalam kota dan memperlancar arus logistik di Pekanbaru dan sekitarnya.
Hutama Karya menargetkan pembebasan lahan rampung tahun ini, dan proyek pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru akan rampung di tahun 2026.
“Kami terus kejar agar 9 kilometer sisanya bisa bebas tahun ini, supaya konstruksi tidak terhambat,” katanya.***








