BERTUAHPOS — LPP Agro Nusantara kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas petani sawit swadaya. Melalui pelatihan bertajuk; Pengelolaan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, sebanyak puluhan petani terpilih dari berbagai wilayah Riau dilatih selama empat hari, mulai 7–10 Juli 2025 di Hotel Aryaduta Pekanbaru.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, AP, M.Si, yang menekankan pentingnya sarana dan prasarana kebun sebagai faktor kunci dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri sawit rakyat.
“Sarana dan prasarana bukan hanya penunjang, tapi penentu keberhasilan kebun sawit. Produktivitas tinggi harus diiringi pengelolaan infrastruktur yang baik dan ramah lingkungan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
LPP Agro Nusantara, sebagai penyelenggara, memastikan seluruh proses pelatihan berjalan efektif dan aplikatif. Tak hanya mengandalkan sesi teori di ruang kelas, peserta juga diajak turun langsung ke lapangan—kebun sawit milik PTPN V Sei Pagar—untuk belajar praktik pengelolaan sarpras secara langsung.
“Kami ingin pelatihan ini memberikan pengalaman nyata. Petani harus bisa melihat dan mempraktikkan langsung apa yang selama ini hanya mereka dengar dalam teori,” ungkap salah satu perwakilan dari LPP Agro Nusantara.
Materi pelatihan juga diperkaya oleh narasumber dari Smart Research Institute yang membahas pengelolaan limbah sarana dan prasarana (P3), teknik pengolahan limbah ramah lingkungan, serta regulasi terkait praktik sawit berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Para petani swadaya mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, baik di kelas maupun saat praktik lapangan.
Suasana pelatihan yang intensif, interaktif, dan terstruktur ini menjadi bukti keberhasilan LPP Agro Nusantara dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong implementasi langsung di lapangan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan petani swadaya di Riau dapat menerapkan manajemen kebun sawit secara lebih efisien, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi besar pemerintah dan pelaku industri dalam meningkatkan daya saing kelapa sawit rakyat di tengah tantangan global.***









