BERTUAHPOS — Pemerintah Provinsi Riau meyakini program peremajaan atau replanting kebun kelapa seluas 27 ribu hektare di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026, khususnya di sektor perkebunan. Program ini dinilai strategis mengingat kelapa merupakan komoditas unggulan masyarakat pesisir dan pedesaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan kebun kelapa yang luas di Riau berperan penting dalam menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat. “Selain sawit, kelapa menjadi komoditas yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat, terutama di Inhil yang dikenal sebagai sentra kelapa terbesar di Indonesia,” katanya kepada Bertuahpos di Pekanbaru, 3 Desember 2025.
Syahrial menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian telah memberikan persetujuan pelaksanaan replanting kelapa di Riau dengan total lahan mencapai 27 ribu hektare. Menurutnya, persetujuan ini menjadi kabar baik bagi provinsi yang memiliki perkebunan kelapa terluas secara nasional.
Ia menambahkan, sektor perkebunan kelapa selama ini menjadi salah satu sektor unggulan Riau. Karena itu, Pemprov tengah menyusun kerja sama dengan pemerintah pusat untuk memperkuat hilirisasi dan peremajaan komoditas tersebut. “Program replanting ini akan memberi dampak besar terhadap produktivitas dan nilai tambah komoditas unggulan daerah,” kata Syahrial.
Saat ini, Pemprov Riau telah menandatangani kontrak pembibitan dengan para penangkar kelapa. Targetnya, proses replanting bisa dimulai pada awal tahun depan setelah bibit siap didistribusikan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan peremajaan berlangsung tepat waktu dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Syahrial menjelaskan bahwa program peremajaan tidak hanya akan difokuskan di Inhil. Pemprov juga mendistribusikan kegiatan replanting ke sejumlah daerah lain untuk mencegah ketimpangan pembangunan dan memastikan pemerataan manfaat. Daerah yang akan mendapatkan alokasi tambahan yaitu Pelalawan, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Siak.
Menurutnya, setiap wilayah di Riau memiliki potensi perkebunan kelapa yang sama besar untuk dikembangkan. Karena itu, pemerataan program dianggap penting agar seluruh kawasan penghasil kelapa dapat tumbuh bersama dan memperkuat posisi Riau sebagai pusat perkebunan kelapa nasional.
Pemprov Riau berharap replanting kelapa skala besar ini dapat meningkatkan pendapatan petani, memperkuat pasokan bahan baku industri hilir, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Riau pada 2026.***









