BERTUAHPOS — Gubernur Riau Abdul Wahid mengaku gugup saat menyematkan pin di acara pelantikan Bupati Siak Afni Z, M. Si dan Wakil Bupati Siak Syamsurizal, S. Ag, M. Si, di gedung DPRD Kabupaten Siak pada Rabu, 4 Juni 2025.
Wahid mengaku gugup saat menyematkan pin kepada Afni karena dua hal. “Saya gugup, pertama takut suaminya marah. Kedua, saya takut istri saya marah. Untung saya tak salah semat,” kata Wahid, dan candaannya disambut tawa oleh tamu undangan yang hadir.
Dalam kesempatan itu, Wahid secara khusus mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Siak itu. Menurutnya, momentum ini menjadi panggung emosional sekaligus reflektif atas dinamika demokrasi yang telah dilalui.
“Saya tahu perjalanan ini tidak mudah dan penuh liku. Kita semua menjadi saksi bagaimana proses demokrasi di Siak berlangsung sangat dinamis. Prosesnya panjang, tapi saya percaya, pemimpin itu ada garis tangannya.”
Menurut Abdul Wahid, pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membangun Kabupaten Siak yang lebih inklusif, adil, dan merata. Ia menekankan pentingnya merangkul semua elemen masyarakat, tanpa lagi melihat perbedaan pilihan politik pada masa pemilu.
“Pesta demokrasi sudah selesai. Kini saatnya bersatu. Saya yakin keduanya akan merangkul semua pihak. Jangan lagi melihat siapa yang menang atau kalah, karena bagi rakyat, yang penting adalah siapa yang bekerja.”
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menyembuhkan luka politik secara bersama-sama. Menurutnya, kebesaran jiwa dalam merangkul lawan politik justru menjadi kekuatan dalam menyatukan kembali semangat pembangunan daerah.
“Di tangan mereka akan lahir arah baru pembangunan Siak. Tidak hanya responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tapi juga mampu menyatukan berbagai komponen daerah demi kemajuan bersama.”
Wahid berharap, pelantikan ini menjadi momentum awal untuk membuka lembaran baru bagi Kabupaten Siak, dengan harapan kepemimpinan yang dilantik mampu menghadirkan pemerintahan yang lebih harmonis, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.***









