BERTUAHPOS.COM — Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Riau Yohanis Tulak Todingrara, memaparkan visualisasi desain arsitektur Fly Over Simpang Panam. Jalan layang kelima di Kota Pekanbaru ini ditargetkan mulai konstruksi fisik pada 2027 untuk mengurai kemacetan di persimpangan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Garuda Sakti.
Proyek yang seluruh pembiayaannya ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ini dirancang membentang lurus di atas Jalan HR Soebrantas menuju perbatasan Pekanbaru-Kampar. Jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi lintas daerah dengan volume kendaraan sangat tinggi.
“Flyover ini difungsikan agar arus lalu lintas lebih lancar sekaligus mengurai titik kemacetan kendaraan,” ujar Yohanis Tulak Todingrara, Rabu, 22 Juli 2026.
Secara teknis, proyek infrastruktur ini memiliki panjang penanganan sekitar 644 meter dengan lebar kawasan mencapai 40 meter. Dimensi tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas lalu lintas saat ini serta arah pengembangan kawasan perkotaan di masa depan.
Tidak hanya fokus pada fungsi utilitas transportasi, BPJN Riau juga merancang struktur jembatan layang ini dengan estetika arsitektur bercorak kebudayaan lokal. Ornamen khas Melayu akan menghiasi bangunan untuk memperkuat identitas daerah.
“Flyover ini nantinya bisa menjadi ikon strategis di Riau. Kami berharap pihak kebudayaan dapat memberikan masukan terkait ornamen Melayu yang akan dibuat di flyover ini,” ungkap Yohanis.
Pembangunan Fly Over Simpang Panam akan melengkapi empat jembatan layang yang telah berdiri di Pekanbaru. Keempatnya meliputi jalan layang Jalan Sudirman-Tuanku Tambusai, Jalan Sudirman-Imam Munandar, Jalan Sudirman-Tuanku Tambusai, serta Jalan Sudirman-HR Soebrantas.
Proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi kemacetan tetapi juga simbol kebanggaan baru bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning. Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diperkuat untuk mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur strategis ini.








