BERTUAHPOS – Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk kawasan aglomerasi Pekanbaru Raya di Jakarta.
Proyek strategis ini bertujuan menyulap ribuan ton sampah menjadi sumber energi listrik baru bagi masyarakat Riau.
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di hadapan Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, dengan melibatkan lima kepala daerah penyangga.
Para pemimpin daerah yang turut berkomitmen dalam proyek ini meliputi Bupati Kampar, Bupati Siak, Bupati Pelalawan, Bupati Bengkalis, dan Walikota Pekanbaru.
SF Hariyanto menegaskan bahwa proyek PSEL ini merupakan solusi konkret untuk mengubah wajah ibu kota provinsi dan daerah sekitarnya. Ini salah satu upaya untuk mengubah pola pikir masyarakat dan pemerintah dalam memandang sampah.
“Insya Allah, perjanjian kerja sama hari ini bisa menjadi langkah besar untuk mentransformasi persoalan sampah menjadi energi baru,” ujar SF Hariyanto.
Lebih lanjut, SF Hariyanto menjelaskan bahwa sampah tidak boleh lagi dianggap sebagai sisa buangan yang mencemari lingkungan, melainkan harus dikelola sebagai aset ekonomi.
Pihaknya optimistis penggunaan teknologi Waste to Energy (WtE) akan memberikan dampak positif yang luas bagi pembangunan daerah.
“Sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai beban, melainkan potensi sumber daya yang jika dikelola dengan teknologi tepat, bisa memberikan manfaat balik bagi masyarakat,” tambahnya.
Rencananya, fasilitas PSEL Pekanbaru Raya ini akan berlokasi di Kabupaten Kampar. Lokasi ini dipilih secara strategis untuk menampung dan mengolah sampah dari berbagai titik di kawasan aglomerasi. SF Hariyanto meyakini kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
“Sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kota ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk mewujudkan Pekanbaru yang lebih bersih, modern, dan mandiri energi,” tegasnya.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan perhatian khusus terhadap volume sampah di Riau yang terus meningkat pesat. Ia memaparkan data bahwa produksi sampah di kawasan Pekanbaru Raya kini menyentuh angka hampir 2.000 ton setiap harinya, sehingga penanganan konvensional sudah tidak lagi memadai.
“Dengan timbulan sampah yang mencapai hampir 2.000 ton per hari, pendekatan waste to energy menjadi solusi efektif untuk mengurangi beban TPA sekaligus menghasilkan energi bersih,” jelas Hanif.***









