BERTUAHPOS — Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2026 sementara sebesar Rp9,1 triliun. Namun angka ini masih belum putus masih masih ada beberapa tahapan pembahasan yang masih akan dilakukan antara Pemprov Riau dengan DPRD Provinsi Riau.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, saat ditemui awak media di Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Jumat, 21 November 2025.
Dia mengatakan pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah memasuki tahap pertemuan komisi-komisi bersama TAPD mitra masing-masing. “Tahap ini menjadi bagian awal untuk melakukan sinkronisasi kebutuhan anggaran sebelum difinalkan,” katanya.
Selanjutnya, TAPD Pemprov Riau dan Banggar DPRD akan melakukan pertemuan pada Senin, 24 November 2025, untuk kembali membahan program prioritas mana yang belum terakomodasi serta kegiatan mana yang harus dikurangi.
Menurut Syahrial, proses ini merupakan mekanisme penting untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran.
Syahrial mengungkapkan total kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2026 sementara berada pada kisaran Rp9,1 triliun. Angka ini turun dari perkiraan sebelumnya yakni Rp9,4.
“Karena angka tersebut melebihi kapasitas fiskal, maka perlu dilakukan penyesuaian secara menyeluruh agar tetap sejalan dengan kemampuan keuangan daerah,” kaya Syahrial Abdi.
Adapun program prioritas di tahun 2026 tetap mengacu pada RPJMD Riau—sektor pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utama—termasuk kegiatan yang bersifat mandatory spending sesuai ketentuan nasional.
Selain itu, Riau juga harus menyesuaikan anggaran untuk mendukung sejumlah program prioritas nasional. Program tersebut meliputi MBG (Makan Bergizi Gratis), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat, yang wajib mendapat alokasi agar implementasinya berjalan optimal.***









