BERTUAHPOS.COM — Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani mengatakan, proyek pembangunan tol Rengat Pekanbaru seksi Junction Pekanbaru hingga Bypass Pekanbaru terus dikebut oleh PT Hutama Karya. Adapun progres konstruksi sudah 76,30 persen per April 2026.
Dia menjelaskan bahwa ruas ini terbagi menjadi tiga seksi dengan total panjang 30,57 kilometer. Ketiga seksi tersebut meliputi Seksi Junction Pekanbaru–Rimbo Panjang sepanjang 5,70 km, Seksi Rimbo Panjang–Siak sepanjang 11,70 km, dan Seksi Siak–Bypass Pekanbaru sepanjang 13,17 km.
“Dengan tren progres yang terus meningkat, kami optimistis ruas ini dapat segera diselesaikan sesuai target, sekaligus memperkuat konektivitas jaringan JTTS secara menyeluruh,” ujar Hamdani dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.
Pada April 2026, sejumlah pekerjaan utama dijalankan secara paralel untuk mempercepat penyelesaian konstruksi. Pekerjaan yang berjalan bersamaan meliputi Common Borrow Material, Separator Layer, Abutment Pile Slab, pemancangan Spun Pile, Lean Concrete, hingga Rigid Pavement.
Pelaksanaan pekerjaan secara paralel ini menjadi strategi utama Hutama Karya agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia di lapangan. Pendekatan ini juga memungkinkan berbagai segmen konstruksi rampung lebih cepat tanpa harus menunggu satu pekerjaan selesai sebelum memulai yang lain.
“Dengan demikian, isi dari Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2023 merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah dan legislatif. Secara teknis, dalam Pasal 9 PP 38 Tahun 2023 diatur bahwa penggunaan DBH sawit difokuskan antara lain untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta kegiatan lainnya,” kata Hamdani.
Secara strategis, ruas Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru dirancang sebagai simpul integrasi yang menghubungkan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Ruas Pekanbaru–XIII Koto Kampar. Fungsi integrasi ini menjadikan ruas tersebut sebagai titik kunci dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera atau JTTS yang terus berkembang.
Ketika beroperasi penuh, pengguna jalan bisa melintasi jaringan tol secara tersambung tanpa harus keluar dan masuk ruas non-tol. Kondisi ini diprediksi akan memangkas waktu tempuh secara signifikan sekaligus meningkatkan efisiensi perjalanan bagi pengguna jalan di koridor Riau. []









