BERTUAHPOS.COM — Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam lalu mengakibatkan dua warga hilang dan empat orang lainnya luka-luka. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung sejak Selasa.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan, hingga Selasa siang, dua warga berusia 20 dan 30 tahun dinyatakan hilang akibat terjangan banjir bandang di Nagari Kayu Aro, Kabupaten Solok. Sementara itu, empat orang terluka dan dirawat di Rumah Sakit Semen Padang dan RSUD Arosuka.
“Ada dua warga kita yang masih hilang dan luka-luka, dan tentu kerugian-kerugian materi. Tentu semua pihak hari ini bersama BPBD, bagaimana penanganan terhadap bencana pasca banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat,” kata Jon Firman.
Dua unit alat berat diterjunkan ke daerah Nagari Kayu Aro, Arosuka, Kabupaten Solok, pada Selasa pagi untuk membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan menuju kantor Bupati Solok. Tumpukan batu besar serta luapan air Sungai Batang Baliang masih menimbun sejumlah bangunan instansi pemerintahan, seperti kantor DPRD, Dinas Pariwisata, dan Kantor PU.
Petugas masih melakukan pencarian terhadap satu orang warga di daerah Arosuka yang dinyatakan hilang sejak malam sebelumnya hingga Selasa pagi. Penelusuran jalan untuk evakuasi masyarakat telah dimulai sejak tadi malam.
Sebanyak 50 orang tercatat masih bertahan di posko pengungsian yang didirikan di tiga titik, yakni rumah dinas bupati dan sejumlah ruko warga. Sebanyak 30 orang warga terdampak, yang berasal dari Jorong Kayu Aro, masih bertahan di posko pengungsian yang terletak di rumah dinas wakil bupati Kabupaten Solok.
Warga memilih bertahan di pengungsian karena masih trauma dan takut terjadi galodo atau banjir bandang susulan. Rumah mereka juga belum bisa dihuni karena masih terendam material lumpur, ditambah fasilitas listrik dan air bersih yang masih terputus akibat peristiwa tersebut.
Kebutuhan pangan hingga obat-obatan telah disalurkan kepada para pengungsi selama berada di posko. Proses pencarian korban hilang serta pembersihan material banjir masih terus berlangsung hingga Selasa siang.









