• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Elite PDIP Merespon Soal Demokrat Merasa Dikhianati Jokowi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 April 2021
politisi demokrat dipecat

Bendra Partai Demokrat

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Sebelumnya, salah satu politikus Partai Demokrat merasa dikhianati Presiden Joko Widodo [Jokowi] saat pembentukan kabinet Indonesia Maju. Hal ini kemudian mendapat respon dari Elite PDIP Hendrawan Supratikno 

Hendrawan menilai pernyataan dan pengguna diksi ‘khianat’ terlalu berlebihan dalam dunia politik. “Kata atau diksi ‘mengkhianati’ untuk menggambarkan dinamika politik rasanya berlebihan,” katanya seperti dilansir dari detikcom, Kamis, 14 April 2021.

Dia mengungkapkan bahwa lobi-lobi politik merupakan forum berbagi informasi, harapan, dan komitmen. “Ada proses evaluasi dan pemantauan realisasi komitmen,” kata Hendrawan

Untuk informasi, politisi yang menilai Presiden Jokowi berkhianat kepada Demokrat itu adalah Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief.

Hendrawan kemudian meminta agar Andi Arief tidak berharap lebih saat lobi-lobi kabinet terjadi.

“Andi Arief jangan menjinjing harapan berlebih (over-expectation) dalam forum-forum lobi atau menyandera forum lobi untuk kepentingan politik yang sempit. Ini berbahaya karena akan mereduksi kepentingan nasional sebagai politik berebut kursi atau jabatan,” tutur dia.

Hendrawan lebih jauh mengatakan bahwa penentuan pembentukan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Ia kemudian menilai jika lobi-lobi yang dimaksud dapat mengebiri hak prerogatif presiden.

“Tak elok bila lobi dimaksudkan untuk mengebiri hak prerogatif Presiden,” kata dia. (bpc2)

Tags: Jokowipartai demokratpdip
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Amien Rais Soroti Lagi Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Sudah Banyak Makan Korban
Nasional

Amien Rais Soroti Lagi Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Sudah Banyak Makan Korban

...

Read moreDetails
Ilustrasi: Canva / Melba

OCCRP Rilis Tokoh Dunia Paling Korup, Termasuk Joko Widodo

Pemilu 2024

Lewat Pidato Kenegaraan, Puan Pertanyakan Apakah Hasil Pemilu 2024 sudah Jurdil?

Jokowi

PDIP Sentil Jokowi, Makanya Jangan Terlalu Pede

Di Riau, Presiden Joko Widodo Resmikan Sejumlah Infrastruktur 

puan menangis, revisi RUU

Puan Respon Kritik Megawati soal Revisi RUU di DPR yang Belum Disahkan

Next Post

2 Hari Ramadhan Disdukcapil Kuansing Sepi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.