BERTUAHPOS — Keputusan mengejutkan datang dari Teheran setelah Pemerintah Iran secara resmi menarik diri dari kepesertaan Piala Dunia 2026.
Mundurnya “Team Melli” memicu spekulasi panas mengenai negara mana yang akan mengisi slot kosong di turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut, termasuk harapan publik tanah air mengenai peluang Timnas Indonesia.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menegaskan bahwa keputusan ini diambil menyusul eskalasi konflik militer yang kian memanas dengan Amerika Serikat dan Israel.
Serangan udara pada akhir Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menjadi titik nadir yang membuat pemerintah menilai mustahil untuk mengirimkan atlet mereka ke Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah.
Padahal, Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya sempat optimis Iran akan tetap berpartisipasi setelah mengantongi jaminan keamanan dari Presiden AS, Donald Trump.
Dunia kini menanti langkah FIFA untuk mengisi kekosongan tersebut. Secara hukum, badan sepak bola dunia memiliki otoritas mutlak dalam menentukan tim pengganti. Mantan Direktur Regulasi FIFA, James Kitching, memberikan penjelasan mengenai fleksibilitas aturan ini.
“FIFA memiliki kewenangan penuh untuk menentukan pengganti jika ada negara yang mundur. Secara regulasi, mereka bahkan tidak wajib menunjuk tim dari konfederasi yang sama dengan negara yang mengundurkan diri,” ujar Kitching.
Meski demikian, secara praktik dan azas sportivitas, FIFA cenderung memberikan slot tersebut kepada negara dari zona yang sama, yakni Asia (AFC). Nama Timnas Irak muncul sebagai kandidat terkuat.
Saat ini, Irak dijadwalkan melakoni laga play-off antarkonfederasi melawan pemenang duel Bolivia vs Suriname di Meksiko pada 31 Maret mendatang. Jika Irak berhasil lolos lewat jalur tersebut, maka jatah Iran kemungkinan besar akan jatuh ke tangan Uni Emirat Arab (UEA) yang merupakan tim dengan posisi terbaik berikutnya di babak play-off Asia.
Munculnya kabar ini sempat menghidupkan asa di kalangan pendukung Garuda. Namun, jika menilik hierarki kualifikasi, peluang Timnas Indonesia untuk langsung menggantikan posisi Iran tergolong sangat tipis.
Indonesia tidak berada dalam struktur babak final play-off Asia, sehingga secara administratif berada di bawah negara-negara seperti Irak atau UEA yang hampir menyentuh tiket putaran final.
FIFA diperkirakan tidak akan mengambil keputusan terburu-buru. Kepastian mengenai siapa yang akan terbang ke Amerika Utara kemungkinan baru akan diumumkan pada akhir Maret atau awal April 2026, tepat setelah seluruh rangkaian pertandingan play-off internasional tuntas.***









