BERTUAHPOS – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan potensi gempa besar dari segmen megathrust di Selatan Jawa yang dapat memicu tsunami hingga 20 meter.
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menyebut energi di zona subduksi selatan Jawa terus bertambah dan sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa dahsyat.
Menurut Rahma, jika segmen megathrust di wilayah Pangandaran pecah, gempa bisa mencapai magnitudo 8,7. Guncangan tersebut berpotensi menggeser kolom air laut dan memicu tsunami besar yang menjalar ke berbagai wilayah pesisir.
“Kalau megathrust selatan Jawa pecah, tsunami bisa setinggi 20 meter di Pangandaran. Gelombangnya akan menyebar hingga Selat Sunda yang bersinggungan dengan pesisir Banten dan Lampung,” ujar Rahma dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu, 31 Agustus 2025.
Dia memprediksi gelombang tsunami di pesisir Banten bisa mencapai 4 hingga 8 meter, sedangkan pesisir Lampung akan terdampak secara menyeluruh. Sementara untuk Jakarta, ketinggian tsunami diperkirakan antara 1 hingga 1,8 meter dan tiba dalam waktu sekitar 2,5 jam setelah gempa.
“Jakarta Utara akan terdampak dengan ketinggian tsunami sekitar 1,8 meter. Waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam, sementara di Lebak hanya 18 menit dan Jawa bagian selatan sekitar 40 menit,” jelasnya.
BRIN mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gempa megathrust. Dampaknya bisa meluas, mulai dari korban jiwa, kerusakan infrastruktur, kerusakan lingkungan, hingga gangguan sosial ekonomi dan layanan dasar.***









