• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Dedi Mulyadi Tekankan Tata Ruang Ala Budaya Sunda untuk Cegah Bencana

Reni by Reni
22 November 2025
137
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya penerapan konsep tata ruang berbasis budaya Sunda sebagai upaya mencegah bencana hidrologis di wilayah Jabar. Hal itu disampaikan Dedi pada Puncak Musyawarah Tahunan II Majelis Musyawarah Sunda di Bale Gemah Ripah, Gedung Sate Bandung, Sabtu (22/11/2025).

Menurut Dedi, kearifan lokal Sunda menyimpan prinsip ekologis yang kuat dan relevan diterapkan dalam pembangunan modern.

“Jika konsep tata ruang Sunda diterapkan dengan baik, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya bencana hidrologis, mulai dari tanah longsor di kawasan hulu hingga banjir di kawasan dataran,” ujar Dedi.

Dedi menegaskan bahwa Sunda bukan sekadar identitas suku, ras, atau geografis semata. Lebih dari itu, Sunda merupakan laboratorium hidup yang menyimpan banyak pelajaran tentang relasi manusia dan alam, termasuk dalam hal tata ruang.

Ia menguraikan prinsip klasik tata ruang Sunda yang dikenal dengan ungkapan: gunung kudu awian, lengkob kudu balongan, lebak kudu sawahan.

Prinsip tersebut memiliki makna sebagai berikut:

  • Gunung kudu awian: kawasan perbukitan harus dipertahankan tetap hijau, ditanami pepohonan berkayu untuk menjaga struktur tanah dan mencegah longsor.

  • Lengkob kudu balongan: lembah atau cekungan perlu memiliki kantong-kantong air seperti balong, kolam, atau danau sebagai resapan dan cadangan air.

  • Lebak kudu sawahan: dataran rendah harus difungsikan sebagai area persawahan atau ruang air, bukan permukiman padat.

Menurut Dedi, jika prinsip ini diabaikan, risiko kerentanan bencana akan semakin besar.

Gubernur menyebut Pemprov Jabar saat ini sedang melakukan penertiban bangunan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) agar aliran air kembali normal. Langkah ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari upaya mengembalikan fungsi ruang sesuai karakter alam.

“Alih fungsi lahan harus dilarang. Sebisa mungkin alam dikembalikan pada fungsi alaminya,” tegas Dedi.

Dedi juga menyoroti pentingnya mempelajari nilai-nilai masyarakat adat Sunda yang telah lama menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan, ketahanan pangan, dan hubungan sosial yang harmonis.

Ia mengingatkan para pemangku kepentingan agar tidak menggeser nilai adat dengan pola pikir birokratis yang transaksional.

“Maka kepada para birokrat, politisi, dan pemangku kepentingan lainnya, masyarakat adat jangan dikenalkan dengan ‘budaya proposal’, karena itu berseberangan dengan nilai-nilai adat budaya,” ucapnya.***

Tags: JabarPemprov Jabar
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Reni

Reni

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Nasional

Gubernur Dedi Perintahkan BTT Segera Dicairkan, Mitigasi Bencana Tak Boleh Ditunda

...

Read moreDetails

Dedi Mulyadi Dorong Setiap Kecamatan di Jabar Miliki Satu Lapangan Sepak Bola Standar Nasional

Gubernur Dedi Wacanakan Ubah Hari Jadi Jabar, Berpatokan pada Prabu Siliwangi Naik Takhta 1482

Kepala Disdik Jabar Purwanto

Guru Kunci Kemajuan Pendidikan, Disdik Jabar Rayakan HGN 2025 dengan Penghargaan untuk 33 GTK Berprestasi

4.500 Sekolah di Jawa Barat Terima Smartboard Bantuan Presiden Prabowo

Memainkan Angklung, Merawat Kekayaan Jawa Barat

Next Post
Pemprov Riau gelar rakor penegakan Perda PDRD 2024 untuk optimalkan PAD. Satpol PP dan Bapenda diminta perkuat kolaborasi dan penegakan aturan pajak.

Pemprov Riau Minta Satpol PP dan Bapenda Perkuat Penegakan Perda Pajak untuk Dongkrak PAD

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.