BERTUAHPOS.COM, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) menyusul meningkatnya jumlah kasus serta tingginya komorbid yang memperberat kondisi pasien. Berdasarkan data terbaru, Jawa Barat mencatat 4.763 pasien TBC dengan komorbid Diabetes Mellitus (DM) serta 1.165 pasien TBC dengan komorbid HIV, dengan angka kematian mencapai 2.294 jiwa.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa temuan tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk mempercepat intervensi kesehatan masyarakat.
“Pemprov Jabar tengah menyiapkan pengumuman resmi kepada seluruh masyarakat Jawa Barat sebagai bentuk ajakan bersama untuk meningkatkan kewaspadaan, memanfaatkan layanan skrining, dan memperkuat peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan pengobatan,” ujar Dedi.
Menurutnya, penanganan TBC tidak dapat berdiri sendiri. Keterlibatan masyarakat, fasilitas kesehatan, serta optimalisasi skrining dini menjadi kunci agar penyebaran TBC dapat dikendalikan lebih cepat. Selain itu, komorbid seperti DM dan HIV membuat proses pengobatan menjadi lebih kompleks sehingga diperlukan pengawasan ketat.
Pemerintah Provinsi Jabar juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan TBC di puskesmas, rumah sakit, serta layanan mobile screening yang digelar di sejumlah daerah. Edukasi mengenai gejala TBC, cara penularan, serta pentingnya pengobatan hingga tuntas akan terus digencarkan.
Pemprov Jabar menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kematian akibat TBC dan memastikan setiap warga mendapatkan akses pengobatan yang memadai.***









