• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Banyak Anak Keracunan, MBG Prabowo Tetap Jalan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
30 September 2025
Banyak Anak Keracunan, MBG Prabowo Tetap Jalan

Banyak Anak Keracunan, MBG Prabowo Jalan | Foto: Antara Foto.

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah pastikan program Makan Bergizi Gratis tetap jalan meski menuai kritik AEI terkait anggaran dan kasus keracunan ribuan siswa.


BERTUAHPOS — Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski mendapat desakan penghentian sementara dari Aliansi Ekonom Indonesia (AEI).

Keputusan ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat kabinet yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin, 29 September 2025 di Jakarta.

“Tidak dihentikan, kemarin Pak Presiden sudah rapat dan Menteri Koordinator Pangan sudah menjelaskan ke media,” ujar Airlangga.

Dia mengatakan pemerintah telah memaparkan kepada para ekonom terkait pelaksanaan program MBG.

Pada 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp71 triliun, dan akan naik drastis menjadi Rp335 triliun pada 2026.

Selain MBG, pemerintah juga menyoroti program unggulan lain seperti Koperasi Merah Putih.

Dilansir dari Investor.id, Selasa, 30 September 2025, AEI meminta pemerintah menghentikan sementara program MBG karena dianggap bermasalah, mulai dari misalokasi anggaran hingga kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.

Sekretaris Jenderal International Economic Association (IEA), Lili Yan Ing, yang mewakili AEI, menilai alokasi anggaran MBG tidak proporsional.

Ia menyarankan agar pemerintah melakukan uji coba (piloting) di wilayah yang benar-benar membutuhkan, khususnya masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

“Pemerintah harus punya target piloting di daerah tertentu, melibatkan guru, orang tua siswa, dengan SOP jelas, transparansi, dan akuntabilitas,” kata Lili.

AEI juga menyoroti tingginya angka keracunan dalam program ini. Data Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sejak Januari hingga 25 September 2025 terdapat 70 kasus keracunan dengan 5.914 korban.

Kasus terbanyak tercatat di Jawa dengan 41 kejadian dan 3.610 korban, disusul Sumatra dengan 9 kasus (1.307 korban), serta Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur dengan 20 kasus (997 korban).

Lima wilayah dengan jumlah korban terbesar antara lain Bandar Lampung (503 korban), Lebong-Bengkulu (467), Bandung Barat (411), Banggai Kepulauan (339), dan Kulon Progo (305).

Tren kasus juga meningkat tajam pada Agustus hingga September 2025. Pada Agustus tercatat 1.988 korban dari 9 kasus, sedangkan pada September melonjak menjadi 2.210 korban dari 44 kasus.

Meski menuai kritik, pemerintah menegaskan program MBG tetap dilanjutkan sebagai salah satu prioritas utama Presiden Prabowo.***


Tags: nasional
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post

Staycation Hemat Plus Dinner Romantis di KHAS Pekanbaru, Mulai Rp680 Ribu

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.