BERTUAHPOS — Tim gabungan kini tengah fokus untuk memadamkan api di lahan terbakar di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan. Kedua daerah ini, terdeteksi paling banyak munculnya titip api (Karhutla).
“Dari 9 titik, ada 7 titik di bengkalis, 3 di Pelalawan. Petugas lapangan masih berjuang untuk memadamkan api. Konsentrasi memang terpusat pada 2 daerah itu,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Provinsi Riau, Jim Gafur, di Pekanbaru.
Di bengkalis, Karhutla tersebar di beberapa desa, seperti; Desa Teluk Lecah, Desa Pedekik, serta Desa Titi Akar. Petugas lapangan karus melakukan langkah teknis untuk mencegah api semakin meluas membakar lahan gambut.
Di Desa Muntai, Desa Teluk Lancar, dan Desa Pelkun, petugas kebut-kebutan melakukan sekat kanal dengan alat berat. Karhutla di daerah ini, kata Jim Gafur, sudah tahap pendinginan.
Sementara itu, titik api di Desa Pergam dilaporkan sudah berhasil padam sepenuhnya.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Pelalawan. Dari tiga titik yang terpantau, dua titik di Desa Merbau dan Desa Pulau Muda masih menunjukkan aktivitas api yang aktif.

Tim darat terus berupaya melakukan lokalisir api, sementara satu titik di Desa Teluk Dalam dipastikan telah padam total.
Di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dari tiga titik api yang muncul, dua titik di Desa Pasir Mas dan Desa Bekawan sudah berhasil dijinakkan.
Satu titik tersisa di Desa Teluk Nibung kini menyisakan asap tipis dan sedang dalam tahap pendinginan oleh petugas di lapangan.
Meskipun tekanan Karhutla meningkat, tim gabungan mencatatkan keberhasilan di Kota Dumai dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Titik api yang sebelumnya terpantau di Kelurahan Tanjung Palas (Dumai) dan Desa Redang (Inhu) kini telah padam total, sehingga personel dapat digeser untuk membantu penguatan di wilayah yang masih membara.***









