• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Lokasi Konflik Harimau Sumatra di Desa Pulau Muda Masih Area Jelajah Si Belang

Harimau itu bernama Sampali. “Dia adalah harimau jantan dewasa yang sebelumnya sudah beberapa kali terekam di lanskap Kerumutan.”

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 Juli 2025
Lokasi Konflik Harimau Sumatera di Desa Pulau Muda Masih Area Jelajah Si Belang

Harimau Sumatra | Foto: Ilustrasi.

141
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Konflik Harimau Sumatra dan manusia kembali terjadi. Kali ini di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. BKSDA Provinsi Riau telah menerima laporan adanya seekor harimau memangsa ternak warga. Kejadian itu bikin cemas masyarakat setempat.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyebut pihaknya telah menurunkan tim setelah menerima laporan pada 30 Juni 2025. Dari laporan itu ditemukan adanya seekor sapi dewasa di area kebun salah satu perusahaan di sana. Sapi itu milik warga. “Dugaan kuat, sapi tersebut menjadi korban serangan harimau,” ujar Supartono, Kamis, 3 Juni 2025.

Tim yang diturunkan ke lokasi adalah diarahkan dari Seksi Konservasi Wilayah I Pelalawan. Setelah koordinasi dengan Kepala Bidang KSDA Wilayah I, petugas dari Resor Kerumutan Utara diterjunkan ke lokasi. Tim yang turun ke lapangan terdiri dari Ahmad Fitriansyah, SSi, Siswiyono, Ali Sonang Harahap, dan Bangkit Ahmad.

Pada Selasa, 1 Juni 2025, tim gabungan bersama pihak perusahaan dan masyarakat segera melakukan pengamanan di sekitar area kejadian. Mereka juga memasang camera trap (kamera pengintai) dan box trap (perangkap besi) guna memantau pergerakan satwa dan mencegah konflik lanjutan.

Untuk memancing harimau keluar, potongan kaki belakang sapi yang telah dimangsa dijadikan sebagai umpan. Sisa bangkai lainnya langsung dikuburkan karena telah membusuk. Upaya tersebut membuahkan hasil — rekaman camera trap pada Rabu, 2 Juli 2025 memperlihatkan kehadiran seekor Harimau Sumatera jantan dewasa yang mondar-mandir di sekitar perangkap.

Harimau itu bernama Sampali. “Dia adalah harimau jantan dewasa yang sebelumnya sudah beberapa kali terekam di lanskap Kerumutan,” ungkap Supartono. Namun, Sampali tak masuk ke dalam box trap, karena ukuran perangkap lebih kecil dari tubuhnya.

Supartono menjelaskan bahwa kawasan konflik masih berada dalam wilayah jelajah alami harimau. Lanskap Kerumutan memang dikenal sebagai habitat penting bagi Harimau Sumatera, dengan populasi yang relatif tinggi. 

“Kemungkinan besar, Sampali menemukan sapi milik warga yang dilepas tanpa pengawasan, lalu memangsa,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, BBKSDA Riau mengimbau warga agar lebih waspada. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, beraktivitas secara berkelompok, menghindari keluar rumah pada sore hingga malam hari, serta menjaga ternak dalam kandang yang aman dan tertutup.

“Pemantauan akan terus kami lakukan. Kami juga akan mengevaluasi ulang ukuran box trap agar lebih efektif dalam upaya mitigasi selanjutnya,” tutup Supartono.***


Simak berita lainnya tentang Lingkungan

Tags: lingkunganSatwa dilindungi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang
Berita Pilihan

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

...

Read moreDetails
Karhutla Meluas ke Habitat Harimau Sumatera di Suaka Margasatwa Kerumutan

Karhutla Meluas ke Habitat Harimau Sumatera di Suaka Margasatwa Kerumutan

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Next Post
Tren Kopi Keliling di Pekanbaru Model Bisnis yang Adaptif dan Efisien, Bukan Sekadar FOMO

Tren Kopi Keliling di Pekanbaru Model Bisnis yang Adaptif dan Efisien, Bukan Sekadar FOMO

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.