• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Gerakkan Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Sulap Ember Bekas Jadi Fasilitas Bublik

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
2 September 2026
Gerakkan Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Sulap Ember Bekas Jadi Fasilitas Bublik

Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kepedulian lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Inilah yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau di Desa Pematang Obo, Kabupaten Bengkalis.

Mereka memilih fokus pada isu lingkungan dan fasilitas desa sebagai bentuk pengabdiannya. Tiga kegiatan utama dilaksanakan, yaitu pembuatan tempat sampah dari ember bekas, pengecatan pos ronda, dan gotong royong membersihkan SD Negeri 16 Bathin Solapan.

Koordinator Desa KKN, M. Duta Ardandi Pratama, menjelaskan bahwa isu lingkungan dipilih karena dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, dampaknya langsung dirasakan oleh warga.

“Hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sering kali memiliki dampak yang nyata,” ujarnya.

Program pembuatan tempat sampah menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Mahasiswa memanfaatkan enam ember bekas cat untuk membuat tiga unit tempat sampah.

Rofid Mulya Benoza selaku penanggung jawab program menjelaskan, barang bekas tidak selalu berarti tidak berguna. “Dengan sedikit kreativitas dan pengolahan, sesuatu yang sebelumnya dianggap limbah bisa kembali memiliki nilai dan fungsi,” kata Rofid.

Tempat sampah tersebut ditempatkan di lokasi strategis yang ramai aktivitas. Titik-titik tersebut meliputi markas pusat pemuda, lapangan voli, dan fasilitas umum lainnya.

Keberadaan tempat sampah diharapkan memudahkan warga membuang sampah pada tempatnya. Namun, Rofid menegaskan bahwa fasilitas hanyalah pendukung.

“Fasilitas hanyalah alat, yang paling penting adalah kesadaran orang yang menggunakannya,” ujarnya.

Pada kegiatan lain, mahasiswa berkolaborasi dengan pemuda desa mengecat pos ronda. Pekerjaan ini dilakukan bersama-sama dalam semangat gotong royong.

Duta menilai, keterlibatan masyarakat sejak awal menjadi kunci keberhasilan program. “Pekerjaan menjadi milik bersama, bukan hanya menjadi program mahasiswa KKN,” katanya.

Di lingkungan sekolah, mahasiswa mengajak siswa SD Negeri 16 Bathin Solapan membersihkan halaman dan area kelas. Kegiatan ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang bersih dan sehat.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi sejak dini. Siswa tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi ikut terlibat dalam proses menjaga kebersihan.

Duta menegaskan, keberlanjutan program menjadi ukuran keberhasilan yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak ingin program berhenti setelah mereka pulang.

“Yang lebih penting adalah apa yang tetap berjalan setelah kami tidak lagi berada di sini,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang telah dibenahi. Jika semangat gotong royong tetap bertahan, itulah keberhasilan KKN yang sejati.

Rofid menambahkan, program ini juga bertujuan mengubah cara pandang masyarakat. Benda yang dianggap tidak bernilai ternyata masih bisa memberikan manfaat.

“Jadi yang kami ubah bukan hanya ember bekas menjadi tempat sampah. Kami ingin mengubah cara pandang: bahwa sesuatu yang dianggap sudah tidak bernilai masih dapat memberikan manfaat ketika kita mau mengolahnya dengan kreativitas dan kepedulian,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan sederhana ini, mahasiswa KKN UIN Suska Riau membuktikan bahwa pengabdian tidak selalu membutuhkan program besar. Perubahan kecil yang dilakukan bersama masyarakat dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih besar.

Tags: barang bekasBathin SolapanDesa Pematang OboFasilitas Desagotong royongKepedulian LingkunganKKN UIN Suska RiauMahasiswa KKNPemberdayaan MasyarakatTempat Sampah
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup
Ekonomi

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

...

Read moreDetails
Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab

Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab

Mahasiswa KKN UNRI 2023 Lakukan Sosialisasi Stunting Dan Gizi Buruk Di Desa Benai Kecil

Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Bangkitkan Minat Baca Al-Quran Anak-Anak & Warga dengan Magrib Mengaji

megawati sindir kaum milenial

Megawati Heran Ada yang Tak Suka Pancasila

Tak Datang Saat Diundang Bupati Kuansing, Sejumlah Perusahaan Disanksi Teguran

Next Post
Harga Buyback Emas Pegadaian Turun, Galeri 24 Masih Paling Tinggi

Harga Buyback Emas Pegadaian Turun, Galeri 24 Masih Paling Tinggi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.