• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Karhutla Riau, Tim Gabungan Fokus Pukul “Kepala Api” di Hari Keenam

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
5 April 2026
Karhutla Riau, Tim Gabungan Fokus Pukul “Kepala Api” di Hari Keenam. Kota Pekanbaru Akhirnya Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla 

Seorang petugas Manggala Agni sedang melakukan pendinginan di area lahan yang terbakar | Foto: Dok. Manggala Agni.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah pesisir Provinsi Riau memasuki fase krusial pada hari keenam operasi, Sabtu kemarin.

Tim gabungan menerapkan strategi khusus dengan memfokuskan serangan pada pemukulan kepala api guna memutus jalur rembetan lahan gambut yang kian meluas.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa konsentrasi personel tersebar di beberapa titik panas, termasuk Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

Di lokasi tersebut, kekuatan penuh dari Daops Sumatera V/Dumai diperkuat oleh tim BKO dari Sarolangun dan Muba untuk mengamankan area pemukiman warga yang sempat terancam.

“Tim saat ini memukul kepala api di sisi kiri untuk menghambat laju kebakaran, sekaligus mengurangi asap pada bagian ekor dan sayap api. Proses ini membutuhkan kesabaran karena api sudah masuk ke dalam pori-pori gambut,” ujar Ferdian dalam laporannya.

Meski pemukiman berhasil diamankan, Ferdian mengakui bahwa tim menghadapi kendala serius berupa minimnya sumber air di lokasi karhutla.

Hal serupa terjadi di Desa Sekodi, di mana api telah menyatu dalam satu hamparan luas yang mencakup Desa Teluk Lancar, Palkun, Kelemantan, hingga Kembung Luar.

Kondisi vegetasi yang kering dan tebalnya lapisan bahan bakar di atas lahan gambut membuat api sulit dijinakkan secara total.

Untuk memperkuat barisan, hasil penilaian lapangan (*size up*) menunjukkan perlunya tambahan dua regu Manggala Agni dari Siak dan satu regu BKO dari Pekanbaru.

Selain pemadaman manual, petugas di lapangan juga mengupayakan pengerahan alat berat untuk membuat embung air darurat, pembersihan kanal, serta pembuatan sekat bakar sebagai benteng pertahanan terakhir menahan laju api.

“Dari hasil size up, diperlukan tambahan personel Manggala Agni dari Siak sebanyak dua regu dan satu regu BKO dari Pekanbaru. Kendala utama tetap pada keterbatasan air, luasnya area terdampak, serta tingginya bahan bakar di lokasi,” jelas Ferdian.

Sementara itu, di wilayah lain seperti Desa Gambut Mutiara, Kabupaten Pelalawan, tim Daops Rengat masih terus melakukan pendinginan intensif.

Walaupun api aktif tidak lagi terlihat di permukaan, bara di bawah lapisan gambut masih mengeluarkan asap pekat yang berisiko memicu api baru jika tertiup angin kencang.

Ferdian menegaskan status lahan tersebut belum sepenuhnya padam karena penyisiran di bagian sayap dan ekor api masih berlangsung.

Dukungan dari udara turut dimaksimalkan melalui operasi water bombing oleh BNPB yang dilakukan dalam dua sortie di wilayah Titi Akar dan Bengkalis.

Tak hanya itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga digelar secara masif sebanyak empat sortie untuk menyemai awan di langit Dumai, Pulau Rupat, Bengkalis, hingga Pelalawan dengan harapan memancing hujan buatan.

“Semoga hasil penyemaian awan ini bisa membantu turunnya hujan malam ini untuk mempercepat proses pemadaman,” harapnya. “Terima kasih atas support dan doa masyarakat semua.”

***

Tags: Karhutlakarhutla Riaukebakaran hutankebakaran lahanlingkunganManggala agni
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ekspor Gas ke Singapura Dihentikan, Pasokan Dialihkan ke Batam
Ekonomi

Ekspor Gas ke Singapura Dihentikan, Pasokan Dialihkan ke Batam

...

Read moreDetails
Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi

Dampak Karhutla Mengancam Investasi Properti hingga Awal 2027

Karhutla di Sekitar Tol Palindra, HKA Siapkan Personel untuk Patroli Hingga Medis

Karhutla di Sekitar Tol Palindra, HKA Siapkan Personel untuk Patroli Hingga Medis

Sekitar 7,3 Ribu Hektar Lahan Terbakar di Jawa Timur, Ini Kata Wakil Gubernur Emil Dardak

Sekitar 7,3 Ribu Hektar Lahan Terbakar di Jawa Timur, Ini Kata Wakil Gubernur Emil Dardak

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

Next Post
Cahaya di Balik Air Mata: Menemukan Kompas Hati dalam Badai Musibah

Cahaya di Balik Air Mata: Menemukan Kompas Hati dalam Badai Musibah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.