BERTUAHPOS.COM — BMKG menetapkan Kabupaten Bima sebagai satu-satunya daerah di NTB yang berstatus siaga kekeringan meteorologis. Status ini ditetapkan berdasarkan analisis menguatnya fenomena El Nino yang dapat memperparah kondisi musim kemarau di daerah tersebut.
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, menyebut Kecamatan Donggo menjadi wilayah dengan hari tanpa hujan terpanjang di NTB mencapai 40 hari berturut-turut. Kondisi ini menjadi indikator utama penetapan status siaga kekeringan meteorologis di kecamatan tersebut.
“Di NTB hanya Kabupaten Bima yang masuk kategori siaga kekeringan meteorologis,” kata Suci. Seluruh wilayah NTB kini sudah masuk musim kemarau, dan diperkuat dengan fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan — terutama di sejumlah wilayah yang telah lama tidak mengalami hujan.
Selain Kecamatan Donggo, BMKG juga menetapkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima dalam kategori waspada kekeringan dan bisa saja meningkat jadi status siaga kekeringan meteorologis. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Belo, Bolo, Langgudu, Palibelo, dan Parado.
Status serupa juga berlaku di Kabupaten Dompu, yakni Kecamatan Kempo dan Manggalewa, serta di Kabupaten Sumbawa pada Kecamatan Empang, Lape, dan Plampang. Sementara itu, hasil pemantauan terbaru menunjukkan fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) berada pada kategori lemah dengan indeks 1,04.
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Cakra Mahasurya menjelaskan, kondisi ENSO diperkirakan meningkat menjadi El Nino moderat mulai Juni 2026. “Seluruh wilayah NTB saat ini telah memasuki musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino,” ujar Cakra.









