BERTUAHPOS.COM — Direktur Art Jakarta Tom Tandio hadir sebagai pembicara dalam gelaran Art Talk, Artists – Art Fair Pekanbaru, di ruang pameran Museum Sang Nila Utama, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, 27-30 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu dia membahas peran art fair dalam konstelasi seni rupa kontemporer. Sosok kunci dalam jejaring seni rupa Indonesia dan Asia Tenggara ini membagikan pandangan mendalam tentang fungsi art fair yang kerap disalahpahami. Tom Tandio membuka diskusi dengan memperkenalkan 2 model art fair yang berbeda secara fundamental.
“Secara umum ada dua model, pertama art fair yang berfungsi sebagai pasar seni rupa di mana setiap booth diisi oleh galeri. Kedua, artist fair yang relatif jarang ditemui, di mana setiap booth dikelola langsung oleh seniman tanpa perantara galeri,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dalam pandangan sempit, art fair sering kali hanya dipandang sebagai ruang transaksi jual beli karya seni. Namun, Tom Tandio melihat art fair memiliki peran yang jauh lebih luas dari sekadar aktivitas komersial.
Art fair merupakan ruang pertemuan bagi berbagai aktor dalam ekosistem seni rupa. Seniman, kolektor, kurator, kritikus, galeris, hingga publik berkumpul dalam satu arena yang dinamis. ”Di ruang inilah ide dipertemukan dan percakapan berkembang. Jejaring dibangun dan peluang kolaborasi terbuka lebar,” ujarnya.
Tom Tandio menekankan fungsi-fungsi tersebut sama pentingnya dengan transaksi karya itu sendiri. Interaksi langsung yang terjadi selama art fair menciptakan ekosistem seni yang lebih hidup dan berkelanjutan.
Tom juga menyoroti pentingnya peran aktif seniman dalam membangun kehadiran di ruang-ruang seni rupa. “Dibutuhkan upaya yang aktif untuk hadir, membangun relasi, serta mengomunikasikan praktik berkesenian secara konsisten,” jelasnya.
Menurutnya, konsep artistik yang kuat menjadi fondasi utama. Identitas dan praktik seorang seniman harus dapat dipahami dengan jelas oleh audiens maupun para pelaku seni lainnya.
Di akhir sesi, Tom Tandio menegaskan kunci kesuksesan sebuah art fair. “Tim itu harus kompak, karena itu inti dari kesuksesan art fair. Kalau bisa, tim yang telah ditetapkan sejak awal dipertahankan setiap tahun,” kata Tom Tandio.









