BERTUAHPOS.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tersungkur pada pembukaan perdagangan Rabu, 1 Juli 2026.
Mata uang Garuda dibuka melemah 37 poin atau setara 0,21 persen ke level Rp17.944 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange.
Indeks dolar AS terpantau menguat 0,14 poin ke level 101,323.
Pelemahan rupiah melanjutkan tren negatif yang sudah terbentuk sejak penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Pada Selasa, 30 Juni 2026, nilai tukar rupiah ditutup melemah 55 poin ke level Rp17.906 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah semakin terasa di tengah menguatnya dolar AS secara global.
Analis pasar uang Bank Central Asia David Sumual, menjelaskan faktor utama di balik pelemahan ini.
“Yen Jepang yang menyentuh titik terendah dalam 40 tahun di 162,77 per dolar AS menjadi pemicu utama pelemahan mata uang Asia, termasuk rupiah,” ujarnya.
Level tersebut jauh melampaui posisi yang sebelumnya mendorong otoritas Jepang melakukan intervensi.
Para pedagang kini bersiap menghadapi rilis data lapangan pekerjaan AS yang dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Pelemahan tidak hanya dialami rupiah, tetapi juga mayoritas mata uang global. Dolar Australia melemah 0,18 persen menjadi US$0,6907 per dolar AS.
Dolar Selandia Baru turut tertekan dengan koreksi 0,04 persen ke level US$0,5674 per dolar AS. Sementara itu, mata uang Eropa juga tidak luput dari tekanan.
Euro tercatat turun 0,07 persen menjadi US$1,1413 per dolar AS. Poundsterling Inggris pun melemah 0,09 persen ke posisi US$1,3252 per dolar AS.









