Tak cuma pasta gigi, teh juga mengandung fluoride berbahaya

Kamis, 12 September 2013 17:58
BERTUAHPOS.COM – Saat ini tengah marak isu yang berkaitan dengan kandungan fluoride pada pasta gigi serta bahayanya bagi kesehatan. Ketika menyebut ‘fluoride’ pikiran kebanyakan orang memang akan langsung mengarah ke pasta gigi. Padahal ada hal lain yang juga mengandung fluoride dan jarang diperhatikan, yaitu daun teh.
 
Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya fluoride pada daun teh. Mengapa bisa demikian? Sebenarnya ini adalah proses yang alami, karena teh sebagai tanaman menyerap nutrisi dan mineral di sekitarnya, kemudian disimpan dalam daun mereka. Air biasa mengandung fluoride dalam jumlah yang kecil dan tak berbahaya. Inilah yang kemudian disimpan dalam daun teh.
 
Pada lingkungan yang tercemar oleh fluoride, maka jumlah fluoride yang diserap dan disimpan dalam daun teh juga semakin besar. Ketika teh diseduh, zat tersebut akan keluar dalam minuman. Namun, pucuk daun teh yang masih muda dan segar diketahui mengandung fluoride yang sangat kecil karena zat tersebut belum terserap dan terkumpul dengan baik pada daun teh.
 
Sebenarnya, dalam kadar tertentu fluoride bisa bermanfaat bagi kesehatan gigi karena mencegah pengeroposan gigi. Namun ketika fluoride digunakan atau dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, zat ini bisa berbahaya dan justru merusak kesehatan manusia, seperti dilansir oleh Wise Geek.
 
Penelitian dari Medical College of Georgia pada tahun 2010 menunjukkan bahwa teh hitam mengandung fluoride sekitar sembilan gram per liter. Sementara penelitian lain menyebutkan bahwa teh hijau yang dijual murah mengandung sekitar 397 miligram fluoride per kilogram. Kadar fluoride pada teh yang murah lebih banyak karena biasanya teh yang digunakan bukan pucuk daun teh yang segar, melainkan daun teh tua yang sudah tidak segar.
 
Sering minum teh yang mengandung banyak fluoride ditengarai bisa menyebabkan skeletal fluorosis. Skeletal fluorosis adalah kondisi kesehatan ketika kelebihan fluoride dalam tubuh disimpan pada tulang dan sendi. Awalnya keadaan ini tak menunjukkan gejala. Namun lama-kelamaan akan menyebabkan nyeri sendi, rasa kaku, nyeri tulang, dan lemah otot.
 
Penelitian d atas memang dilakukan di Amerika Serikat, namun tak ada salahnya untuk berhati-hati dengan jumlah teh yang dikonsumsi. Pilihlah teh dengan kualitas baik, teh yang diambil dari pucuk daun daun muda segar yang masih mengandung sedikit fluoride.
 
 
sumber: merdeka