Percaya Tak Percaya, Tinggal di Lingkungan Hijau Pengaruhi Otak Anak

Senin, 26 Februari 2018 20:03

BPC, Pekanbaru – Tinggal di lingkungan hijau sangat memberi pengaruh terhadap pertumbuhan otak anak. Percaya atau tidak, sebuah penelitian membuktikan itu. Tumbuh di antara tanaman hijau ternyata berpengaruh pada perkembangan otak anak.Â

Pemimpin penulis studi, Payam Dadvand, seorang peneliti dari Barcelona Institute of Global Health (ISGlobal) seperti dilansir dari zeenews mengemukakan, ini adalah salah satu cara positif untuk mempengaruhi memori agar dapat bekerja dengan baik. Efek lainya dapat menguntungkan fungsi kognitif pada otak anak. Memiliki hubungan baik dengan alam begitu positif untuk pikiran dan tubuh, dan secara umum, untuk keseluruhan kesejahteraan hidup.

Menghabiskan waktu di luar rumah adalah teknik relaksasi banyak orang di seluruh dunia yang digunakan untuk destress atau menghilangkan stress. Sementara, beberapa orang juga lebih suka olahraga di tengah-tengah tanaman hijau daripada pergi ke gym.

“Temuan kami menunjukkan bahwa paparan hijau ruang di awal kehidupan dapat menyebabkan perubahan struktural yang bermanfaat dalam otak. Ini adalah studi pertama yang mengevaluasi Asosiasi antara jangka panjang eksposur ke ruang hijau dan struktur otak,” kata Dadvand.

Baca: Perbaikan Ringan di Mobil akan Bernilai Besar

Subjek diambil pada 253 sekolah anak-anak. Seumur hidup paparan RTH perumahan diperkirakan menggunakan informasi berbasis satelit pada alamat anak-anak sejak lahir sampai melalui masa studi.

Analisis data menunjukkan bahwa paparan jangka panjang hijau adalah positif dikaitkan dengan volume putih dan abu-abu masalah di bagian-bagian dari otak yang sebagian tumpang tindih dengan yang berkaitan dengan nilai yang lebih tinggi pada tes kognitif.

Puncak volume materi abu-abu dan putih di daerah-daerah yang terkait dengan paparan ruang hijau meramalkan lebih baik memori bekerja dan mengurangi inattentiveness. Ruang hijau dapat dikatakan untuk menyediakan anak dengan kesempatan untuk pemulihan psikologis, kreativitas, dan mengambil risiko.

“Selain itu, tingkat polusi udara dan kebisingan lebih rendah dan dapat memperkaya masukan mikroba dari lingkungan, serta dapat diterjemahkan ke dalam manfaat tidak langsung terhadap perkembangan otak,” sambungnya. (bpc3)