BERTUAHPOS – Pelaku UMKM di Pekanbaru kini punya peluang besar untuk naik kelas hanya dengan memaksimalkan kekuatan media sosial. Dari promosi produk hingga membangun loyalitas pelanggan, platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business terbukti mampu memperluas jangkauan pasar tanpa harus keluar banyak modal.
Seperti yang dilakukan Mita, pemilik Nagih Kuliner yang berlokasi di Jalan Krakatau, Kelurahan Tangkerang Timur, Kota Pekanbaru. Saat berbincang dengan Bertuahpos, dia berbagi kiat sukses dalam membangun bisnis kuliner. Berbagai strategi dan pengalamannya sebagai pelaku UMKM sudah dia lakukan dan berhasil naik kelas melalui inovasi dan digitalisasi.
Awalnya, Nagih Kuliner dikenal dengan dua menu andalan; salad buah dan mie pedas. Namun, Mita tidak berhenti di situ. Melihat perkembangan tren makanan dan permintaan pelanggan yang semakin beragam, ia meluncurkan menu baru spesial Grill yang kini menjadi salah satu favorit pelanggan. “Kita harus terus mengikuti tren dan memberi sesuatu yang baru agar pelanggan tidak bosan,” ungkapnya.
Inovasi menu menjadi salah satu kunci utama dalam mempertahankan eksistensi usaha kuliner. Mita rutin melakukan evaluasi terhadap penjualan dan masukan konsumen. “Setiap bulan, saya dan tim mengevaluasi mana menu yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, atau diganti,” jelasnya.
Selain inovasi, Mita juga menekankan pentingnya branding yang kuat dan kehadiran aktif di media sosial. Ia mengelola akun Instagram dan TikTok Nagih Kuliner secara rutin untuk membangun kedekatan dengan pelanggan. “Konten yang konsisten, visual yang menarik, dan interaksi yang aktif membuat pelanggan merasa lebih dekat,” katanya.
Mita tidak hanya mengandalkan promosi offline dan media sosial, tetapi juga memanfaatkan platform layanan pesan antar online seperti; GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood. Dengan bergabung di berbagai platform tersebut, Nagih Kuliner mampu menjangkau lebih banyak pelanggan, terutama yang berada di luar area sekitar gerainya. “Pesanan online sekarang jadi andalan. Praktis, cepat, dan menjangkau lebih luas,” ujarnya.
Manajemen keuangan juga menjadi perhatian besar bagi Mita. Ia menyarankan pelaku UMKM untuk mulai menggunakan aplikasi pencatatan sederhana agar arus kas bisa dipantau dengan baik. “Jangan campur uang pribadi dan usaha. Itu kesalahan umum yang sering bikin usaha mandek,” jelasnya.
Dalam perbincangan bersama Bertuahpos, Mita juga menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan Influencer. Ia pernah bekerja sama dengan Influencer untuk membuat promo bersama dan saling merekomendasikan produk. “Kolaborasi itu saling menguntungkan dan itu terbukti menjangkau pelanggan,” tegasnya.
Menurutnya, kunci utama dalam menjalankan usaha adalah konsistensi dan semangat pantang menyerah. Ia pernah memulai usahanya dari nol, dengan keterbatasan modal dan fasilitas. Namun, semangat untuk terus berkembang membawanya ke posisi sekarang. “Dulu saya hanya punya gerobak kecil. Sekarang bisa punya tempat sendiri. Semua butuh proses,” katanya penuh semangat.
Di akhir perbincangan, Mita berharap semakin banyak pelaku UMKM yang percaya diri untuk naik kelas. Ia yakin bahwa dengan inovasi, kolaborasi, dan adaptasi digital, UMKM bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah. “Kalau kita serius dan mau terus belajar, insyaallah UMKM kita bisa bersaing sampai tingkat nasional,” pungkasnya.***
— Habibie









