BERTUAHPOS — Di tengah gempuran tren kuliner kekinian, Tahu Pong 88 tetap mendapat tempat di hati masyarakat Pekanbaru. Berlokasi di Jalan Rambutan, Simpang AURI, warung kecil ini menyuguhkan cita rasa khas yang melegenda dan tetap eksis hingga kini.
Camilan berbahan dasar tahu ini bukan sekadar makanan ringan, tapi sudah menjadi bagian dari sejarah kuliner kota.
Tahu Pong dikenal sebagai camilan renyah di luar namun lembut di dalam. Aroma rempah yang menggoda, rasa gurih dengan sedikit sensasi pedas, dan siraman saus sambal khasnya membuat siapa pun yang mencicipi akan langsung jatuh hati.
“Teksturnya kering dan garing, cocok disantap kapan saja, apalagi saat minum teh atau kopi,” kata Doni, memilik Tahu Pong 88.
Keunikan Tahu Pong terletak pada proses pembuatannya yang tidak biasa. Tahu putih segar dipotong dadu, lalu digoreng setengah matang.
Setelah itu, tahu dibumbui dengan racikan rahasia yang terdiri dari bawang putih, ketumbar, dan sedikit cabai rawit. Setelah meresap sempurna, tahu kembali digoreng hingga matang dan kering sempurna.
Teknik ini menghasilkan cita rasa yang otentik dan berbeda dari tahu goreng kebanyakan. “Bumbu kami racik sendiri dari rempah pilihan, semua bahan juga fresh dan kami pilih langsung,” ujar Doni.
Dia menambahkan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama agar rasa khas tak berubah sejak dulu.
Tahu Pong 88 bukan hanya sekadar camilan, tapi juga simbol kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi. Banyak pelanggan yang sejak kecil sudah menikmati Tahu Pong ini, dan kini kembali bersama keluarga mereka.
“Dari zaman saya sekolah dulu, rasanya tetap sama. Ini salah satu ikon kuliner Pekanbaru,” ujar Yani, salah satu pengunjung.
Harganya pun ramah di kantong, menjadikannya pilihan favorit berbagai kalangan — dari pelajar hingga pekerja kantoran. Keberadaannya yang terus bertahan di tengah persaingan kuliner modern membuktikan bahwa kuliner tradisional masih punya tempat istimewa di hati masyarakat.***
— Qory/mg









