BERTUAHPOS — Di depan Indomaret, Jalan Sialang Bungkuk, ada Cilok Pedas Pakde. Jajanan ini mencolok bukan cuma dari rasanya saja, yang pedas. Tapi, model gerobaknya juga unik. Sulianto pemiliknya.
Dia memasang tokoh utama serial animasi Malaysia, Upin & Ipin serta tokoh-tokoh lainnya — seperti Ka Ros, Jarjit, Memei, Mail, Ehsan dan Fizi — sebagai daya tarik, dan menyulap sepeda motornya menjadi gerobak mini yang praktis dan efisien untuk berjualan. Tentu saja, pelanggannya didominasi oleh para anak-anak di kawasan itu.
Cilok merupakan salah satu jenis jajanan khas Jawa Barat. Tapi kini, sudah sangat mudah ditemukan di Pekanbaru. Ciri khas jual cilok, mereka biasa nangkring di pinggir jalan. Layaknya seperti yang dilakukan Sulianto ini.
Sulianto memulai usahanya pada tahun 2021 dengan cara berjualan keliling menggunakan gerobak motor. Setiap hari ia menyusuri jalanan Pekanbaru, menawarkan cilok buatannya dari satu tempat ke tempat lain.
Ia meracik sendiri bumbu kacang dengan campuran cabai segar, menciptakan sensasi pedas yang menjadi ciri khas dari Cilok Pedas Pakde.
Pada tahun 2023, Pakde memutuskan untuk menetap di satu lokasi, yaitu di depan Indomaret Jalan Sialang Bungkuk. Lokasi ini dipilih karena dinilai sangat strategis berada di jalur ramai yang dekat dengan sekolah dan Rutan Pekanbaru, sehingga memiliki potensi pasar yang luas.
Produk utama dari usaha ini adalah cilok isi dan cilok polos, yang semuanya disajikan dengan sambal kacang pedas racikan khasnya. Tekstur cilok yang kenyal berpadu dengan sambal yang gurih dan membakar lidah menjadikan jajanan ini digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum.
Usaha ini dijalankan secara mandiri oleh Sulianto, mulai dari produksi hingga penjualan. Setiap pagi ia menyiapkan adonan cilok, merebus, lalu mempersiapkan bumbu sambalnya. Ia mulai berjualan dari pukul pagi hingga sore hari. Dalam sehari, sebelum Ramadhan, ia bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp300 ribu. Namun pasca Ramadhan, ia mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.
Meski begitu, ia tidak patah semangat. Ia mengaku tetap ingin konsisten menjalankan usahanya, sembari berharap situasi ekonomi kembali stabil. “Yang penting tetap semangat dan jaga rasa, karena pelanggan pasti balik lagi kalau rasanya enak,” ujarnya.
Ke depan, Sulianto memiliki harapan untuk mengembangkan usahanya lebih besar. Ia ingin menambah menu baru, memperbanyak varian level pedas, dan jika memungkinkan membuka cabang.
Cilok Pedas Pakde bukan hanya tentang makanan, melainkan tentang kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk bertahan di tengah persaingan. Usaha kecil ini menunjukkan bahwa dengan niat dan rasa yang konsisten, sebuah gerobak sederhana pun bisa membangun harapan besar.***
— Habibie









