BERTUAHPOS.COM — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Fakultas Kedokteran Universitas Riau 2026 terjun langsung memberikan edukasi kesehatan kepada siswa SDN 003 Pelintung, Kota Dumai. Adapun 2 program utama dari kegiatan ini, yakni Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Pelatihan dan Pendidikan Dokter Cilik, digelar untuk menanamkan kesadaran kesehatan sejak usia dini.
“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama siswa-siswi di sekolah mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, yang harus kita mulai sejak dini, dari diri sendiri,” ujar Ketua kelompok Kukerta Imam Kurniawan, Jumat, 26 Juni 2026.
Rangkaian program edukasi kesehatan ini berlangsung dalam 2 hari berbeda. Kegiatan Sosialisasi PHBS dimulai pada 30 Mei 2026 yang diawali dengan senam pagi bersama.
Seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6 mengikuti senam pukul 07.30 WIB dengan penuh antusias. Selepas itu, mahasiswa Kukerta memberikan materi edukasi kesehatan hingga pukul 11.00 WIB.
Imam Kurniawan bersama Fatur Andika Prawiska menyampaikan materi utama PHBS. Sementara itu, praktik cara menyikat gigi dipandu oleh Suci Fani Miftahul Jannah dan Fadhillah Rahma Khairani Br Ginting.
Para siswa diajak mempraktikkan langsung enam langkah cuci tangan yang benar serta teknik menyikat gigi menggunakan sikat dan pasta gigi yang telah disiapkan. “Materi tentang pentingnya sanitasi dan konsumsi makanan bergizi juga disampaikan untuk melengkapi pemahaman mereka,” tambah Imam.
Bulan berikutnya, tepatnya pada 17 Juni 2026, kelompok Kukerta yang sama kembali ke SDN 003 Pelintung. Kali ini, edukasi kesehatan berfokus pada Pelatihan dan Pendidikan Dokter Cilik yang diikuti 11 siswa terpilih.
Program ini merupakan bagian dari penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sekaligus membentuk kader kesehatan di lingkungan sekolah. Puskesmas Medang Kampai turut dilibatkan melalui Penanggung Jawab Program Dokter Cilik Ziko Aldino, A.MKG.
“Sejatinya ini penting untuk adik-adik siswa-siswi sekalian, dan semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga tetap menebar manfaat bagi semuanya,” kata Ziko.
Materi pelatihan mencakup penanganan luka lecet, luka robek dan perdarahan, pingsan, mimisan, tersedak, hingga pertolongan pertama luka bakar. Setiap sesi materi dilengkapi dengan simulasi agar para dokter cilik mampu mempraktikkan langsung.
Fatur Andika Prawiska dan Hafia Nazwa Syakira memandu seluruh rangkaian pelatihan dengan pendekatan interaktif. Di akhir kegiatan, para peserta menerima bingkisan kenang-kenangan sebagai apresiasi atas partisipasi mereka.
Melalui kedua kegiatan edukasi kesehatan ini, mahasiswa Kukerta FK Unri berharap terbentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat yang melekat pada diri siswa. Selain itu, kehadiran kader dokter cilik diyakini akan memperkuat program kesehatan sekolah secara berkelanjutan.









