• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

dr Gia Pratama: Kalau Setelah Makan Kamu Ngantuk, Itu Alarm Gula Tubuh Naik Drastis!

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
25 Mei 2025
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Gia Pratama, mengingatkan akan bahaya konsumsi gula berlebihan yang kerap tak disadari dalam keseharian.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Gia Pratama, mengingatkan akan bahaya konsumsi gula berlebihan yang kerap tak disadari dalam keseharian.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Gia Pratama, mengingatkan akan bahaya konsumsi gula berlebihan bagi tubuh yang kerap tak disadari dalam keseharian. Melalui media sosial, ia menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda tubuh yang memberi peringatan dini, salah satunya rasa kantuk usai makan.

“Kalau setelah makan kamu ngantuk, itu sebenarnya alarm tubuh bahwa kadar gula darah kamu naik drastis,” tulis dr Gia dalam unggahannya di platform X. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat lonjakan gula darah yang memicu pelepasan insulin dalam jumlah besar. Jika terus berulang, kondisi ini bisa menyebabkan resistensi insulin dan berujung pada diabetes.

dr Gia menyoroti bahwa tubuh manusia hanya memerlukan sekitar satu gram gula per liter darah. Namun, pola makan modern yang tinggi karbohidrat dan makanan olahan sering membuat seseorang mengonsumsi 50–100 gram gula setiap hari—angka yang jauh melebihi kebutuhan.

“Gula tidak salah,” jelasnya, “Tapi ketika kamu berlebihan dan tidak tahu cara mengimbanginya, itu jadi masalah besar.” Menurutnya, risiko penyakit gula tidak hanya datang dari makanan manis, tetapi juga dari gaya hidup pasif, kurang tidur, dan rendahnya konsumsi makanan sehat.

Dalam salah satu sesi diskusi bersama Deddy Corbuzier, dr Gia juga mengingatkan masyarakat untuk jeli membaca label nutrisi pada makanan kemasan. Banyak produk yang diklaim sehat ternyata mengandung gula tersembunyi dalam jumlah tinggi.

Sebagai bagian dari kampanye kesehatannya, dr Gia aktif menyuarakan pentingnya edukasi gizi dan pola hidup sehat melalui media sosial, seminar, hingga podcast. Ia percaya bahwa kesadaran masyarakat harus dibangun dari pengetahuan yang mudah dicerna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Kalau masyarakat sudah paham, mereka bisa ambil keputusan sehat tanpa dipaksa,” katanya.

dr Gia pun menganjurkan langkah-langkah sederhana seperti mengganti minuman manis dengan air putih, mengurangi konsumsi nasi putih, serta memperbanyak sayuran dan sumber protein. Ia juga menekankan pentingnya olahraga rutin dan tidur cukup sebagai cara menjaga metabolisme tubuh tetap seimbang.

“Menjaga kesehatan bukan soal larangan, tapi soal kesadaran. Kalau kamu bisa mengontrol apa yang masuk ke tubuhmu, kamu sedang menjaga masa depanmu,” tutupnya.***

— Habibie

Tags: Artikel Kesehatan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kebanyakan Minum Soda saat Lebaran, Ini Dampak Buruk Bagi Kesehatan
Kesehatan

Kebanyakan Minum Soda saat Lebaran, Ini Dampak Buruk Bagi Kesehatan

...

Read moreDetails
Penyakit Campak 18 Kali Lebih Menular Dibanding COVID-19

Penyakit Campak 18 Kali Lebih Menular Dibanding COVID-19

Wajarkah Anak Demam Setelah Imunisasi? — Penjelasan Prof Amin, Ahli Vaksin

Wajarkah Anak Demam Setelah Imunisasi? — Penjelasan Prof Amin, Ahli Vaksin

BPOM Rilis 34 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri, Hidrokuinon, hingga Steroid

BPOM Rilis 34 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri, Hidrokuinon, hingga Steroid

BPJS Kesehatan Ringankan Beban Pasien Penyakit Kronis di Tengah Biaya Selangit 

BPJS Kesehatan Ringankan Beban Pasien Penyakit Kronis di Tengah Biaya Selangit 

BPJS Kesehatan selalu jadi pegangan terakhir. Prinsip gotong royong tidak hanya meringankan beban, justru menjadi satu-satunya harapan di tengah keputusasaan.

Penopang Asa di Tengah Derita 

Next Post
Mill Operations Support Director RAPP Suhdi Yaqub, memantau kegiatan Donor KDD ke-71 di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Sabtu (25/5/2025).

Semangat Berbagi yang Tak Pernah Padam, Donor Darah KDD RAPP ke-71 Kumpulkan 1.229 Kantong Darah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.