BERTUAHPOS — Es Laksamana Mengamuk merupakan salah satu minuman tradisional khas Riau yang memiliki cita rasa unik serta aroma khas dari buah kuweni. Perpaduan antara potongan buah kweni, santan, dan gula merah menjadikan minuman ini terasa segar sekaligus legit.
Namun, di balik kesegarannya, es laksamana mengamuk menyimpan kisah rakyat yang melegenda. Menurut cerita, minuman ini muncul akibat konflik antara seorang laksamana dan tuan tanah pemilik kebun kweni.
Alkisah, istri sang laksamana dibawa lari oleh tuan tanah. Murka dengan kejadian itu, laksamana masuk ke kebun kuweni milik sang tuan tanah lalu menebaskan pedangnya ke segala arah. Akibatnya, puluhan buah kuweni jatuh dalam kondisi terpotong dadu.
“Cerita rakyat itu menjadi asal mula nama minuman ini. Potongan kuweni yang berserakan diolah masyarakat menjadi sajian baru, yang kini dikenal sebagai Es Laksamana Mengamuk,” ungkap Wilda Salsabila, salah satu Guru dan Alumni Pendidikan Seni Pertunjukan yang juga menaruh perhatian pada budaya dan kuliner tradisional Melayu Riau kepada Bertuahpos, Selasa, 26 Agustus 2025.
Awalnya, masyarakat hanya memakan buah kuweni yang terpotong seadanya. Hingga kemudian seorang gadis desa berinisiatif mencampurkan buah tersebut dengan santan dan gula merah. Dari situlah tercipta rasa khas yang menyatukan manis, segar, dan gurih dalam satu sajian.
“Rasa dari minuman ini sebenarnya sederhana, tapi justru kesederhanaannya yang membuat Es Laksamana Mengamuk bertahan hingga sekarang. Ada cita rasa tradisi yang tidak tergantikan,” tambah Wilda.
Selain menyegarkan, minuman ini juga mengandung manfaat kesehatan. Buah kuweni kaya akan vitamin A yang berfungsi sebagai antioksidan dan menjaga kesehatan mata. Kandungan seratnya juga baik untuk pencernaan serta mencegah sembelit.
Hingga kini, Es Laksamana Mengamuk kerap dijumpai dalam berbagai perayaan, acara adat, hingga menjadi takjil khas Riau di bulan Ramadhan. Bahkan, kuliner ini mulai merambah restoran-restoran Melayu di luar Riau sehingga lebih mudah dinikmati masyarakat luas.
“Kalau bulan Ramadhan, hampir di setiap sudut kota Pekanbaru kita bisa menemukan Es Laksamana Mengamuk. Rasanya tidak hanya melepas dahaga, tapi juga mengingatkan kita pada sejarah dan kearifan lokal Riau,” ucap Wilda.
Menariknya, es laksamana mengamuk tidak hanya bisa dinikmati di Riau atau restoran Melayu, tetapi juga mudah dibuat sendiri di rumah. Cukup dengan menyiapkan buah kuweni, santan, dan gula merah, siapa saja bisa menghadirkan segarnya minuman tradisional penuh sejarah ini.
“Generasi muda sekarang harus tetap melestarikan kuliner khas seperti ini. Jangan sampai hanya jadi cerita, tapi harus terus dihidupkan dan dikenalkan ke dunia,” tutup Wilda Salsabila.***








