• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 31 Januari: NU Didirikan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
31 Januari 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pada periode tahun 1920-an, terjadi pertentangan tajam antara kaum Islam tradisionalis dan kaum Islam modernis.

Harry Jindric Benda dalam bukunya The Crescent and The Rising Sun (1938) menuliskan pertentangan tajam ini disebabkan oleh kaum modernis yang mempertanyakan kompetensi kyai dalam memutuskan hal-hal yang bersifat doktrinal dan keagamaan. Mereka juga mempertanyakan budaya santri berbeda dengan kyai.

Lebih lanjut, Benda menuliskan organisasi kaum modernis telah mengancam basis ekonomi pondok pesantren dan kyai pengasuhnya. Kaum modernis berhasil menggaet para tuan tanah dan pedagang kaya, yang sebelumnya merupakan pendukung keuangan para kyai. 

Hal ini dianggap para kyai sebagai ancaman yang menjauhkan para kyai dari umat yang dipimpinnya.

Penulis lain, Greg Fealy dalam Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967 (2003) menuliskan dalam Kongres al-Islam pada tahun 1922, yang terjadi malah saling hujat antara kaum tradisionalis dan kaum modernis. Padahal, kongres ini dihadiri organisasi besar Islam.

Kaum modernis menuduh kaum tradisionalis dengan tuduhan musyrik. Kaum tradisionalis menuduh kaum modernis dengan tuduhan kafir. Kaum tradisionalis walk out dari kongres dan menyimpan kecurigaan kuat terhadap kaum modernis. Kaum tradisionalis juga menolak menghadiri kongres selanjutnya.

Tahun 1926, dengan berkuasanya Ibnu Saud di Arab Saudi, pertentangan dua kaum ini semakin memuncak. Kaum modernis menyambut baik berkuasa Ibnu Saud yang menganut aliran Wahabi. Namun, kaum tradisionalis khawatir Ibnu Saud akan membatasi ritual dan praktik Mazhab Syafi’i.

Kaum tradisionalis semakin merasa ditinggalkan, karena kaum modernis tidak mendukung usulan mereka untuk mendesak Ibnu Saud menjamin kebebasan cara beribadah semua golongan muslim di Mekkah. Kaum tradisionalis juga kecewa saat kaum modernis tak mencantumkan mereka dalam delegasi Hindia Belanda dalam Muktamar Dunia Islam di Hijaz.

Dari sini, kaum tradisionalis meyakini bahwa mereka membutuhkan suatu utusan sendiri untuk menyampaikan pendapat mereka. Wahab Hasbullah, atas persetujuan KH Hasyim Asy’ari kemudian mengundang ulama ke Surabaya di akhir Januari 1926.

Tujuan mereka adalah untuk mengirimkan delegasi ke Muktamar Dunia Islam di Hijaz, yang akan menyampaikan pandangan kaum tradisionalis. Sebagai perwakilan Islam tradisional, didbentuk Nahdlatul Ulama sebagai wadahnya. 

Maka, pada 31 Januari 1926, berdirilah Nahdlatul Ulama (NU), dengan KH Hasyim Asy’ari sebagai pemimpin dengan gelar Rais Akbar, dikutip dari Tirto.id. (bpc2)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

KPU Rilis Daftar Caleg Perwakilan Daerah Mantan Koruptor, Riau Nihil

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.