Angka DBD di Pekanbaru Tembus 200 Kasus

Rabu, 02 Maret 2016 13:41

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru hingga minggu ke delapan terus alami peningkatan. Pasalnya untuk saat ini, kasus tersebut sudah menembus angka 201 orang.

“Untuk minggu ke delapan dari bulan Januari sampai sekarang ini sudah masuk di angka 200 kasus, atau tepatnya 201 kasus yang menderita DBD. Untuk korban yang meninggal karena DBD ini lima orang,” katanya kepada bertuahpos.com, Rabu (02/03/2016).

Dirinya menjelaskan, untuk kasus terbanyak penderita DBD di Kota Pekanbaru sendiri ada pada empat daerah, yakni Kecamatan Payung Sekaki 38 orang, Kecamatan Rumbai Pesisir 26 orang, Kecamatan Tampan dan Marpoyan Damai masing-masing 24 orang.

Kemudian untuk Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Senapelan masing-masing penderita DBD mencapai 16 orang, Kecamatan Bukit Raya 15 orang, Kecamatan Sukajadi 13 orang, Kecamatan Lima Puluh dan Kecamatan Tenayan Raya masing 10 orang, Kecamatan Sail 5 orang dan Kecamatan Pekanbaru Kota 4 orang.

Baca: Besok 17.442 Siswa SMP/MTs di Pekanbaru Ikuti UN

“Jadi berdasarkan data yang kita peroleh sampai saat ini yang terbanyak memang ada empat kecamatan yakni Payung Sekaki, Rumbai Pesisir, Tampan dan Marpoyan Damai. Namun yang sedikit itu di Kecamatan Sail dan Pekanbaru Kota,” jelasnya lagi.

Namun, untuk secara rinci di Bulan Februari, Kecamatan Payung Sekaki dan Kecamatan Marpoyan Damai untuk korban DBD mencapai 4 orang, Kecamatan Rumbai Pesisir dan Kecamatan Bukit Raya masing-masing 3 orang, Kecamatan Tampan dan Kecamatan Senapelan masing-masing 2 orang.

“Sisanya untuk Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru Kota, Rumbai dan Lima Puluh setiap masing-masing daerah ada satu orang yang terkena DBD. Sedangkan untuk Kecamatan Sail dan Tenayan Raya tidak ada yang menderita DBD,” jelasnya lagi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada minggu ketujuh untuk penderita DBD di Pekanbaru sendiri mencapai 179 orang. Padahal, pada minggu keenam, penderita DBD sendiri  hanya 152 orang. Namun, jika dibandingkan dengan tahun 2015 lalu, jumlah yang terjadi di tahun ini jauh menurun. Jika tahun lalu pada minggu ketujuh jumlah kasus hanya 41 kasus, tahun ini hanya 27 kasus.

“Kalau kita bandingkan dengan minggu kemaren memang naik. Kemaren 14 kasus dan minggu ini 27 kasus. Kalau angka komulatifnya, sampai minggu ketujuh sudah ada 179 kasus,” kata Gustiyanti

Penulis: Iqbal