• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Noel Jadi Alarm Bahaya Bagi Prabowo — Ekonom Wijayanto Samirin

Kasus penangkapan Wamenaker Emmanuel Ebenezer alias Noel jadi alarm bahaya bagi Presiden Prabowo. Risiko korupsi sistemik bisa mengancam program strategis pemerintah.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
24 Agustus 2025
Noel Jadi Alarm Bahaya Bagi Prabowo — Ekonom Wijayanto Samirin

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin | Foto: Dok. Universitas Paramadina.

104
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Emmanuel Ebenezer atau Noel, dinilai sebagai alarm bahaya bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen Presiden dalam memberantas korupsi.

“Presiden berulang kali menegaskan perang terhadap korupsi, bahkan berjanji mengejar koruptor sampai ke Antartika. Namun, kasus Noel menunjukkan betapa sulitnya menjaga komitmen itu,” kata Wijayanto, Sabtu (23/8).

Ia menilai Noel justru memperlihatkan praktik sebaliknya. Bukannya memperbaiki birokrasi, Noel diduga memeras masyarakat dengan menaikkan tarif sertifikat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dari Rp275 ribu menjadi Rp6 juta. Praktik itu, menurutnya, bahkan melibatkan ASN dan pejabat eselon II sejak bulan pertama Noel menjabat.

“Posisi wakil menteri yang seharusnya mengabdi pada rakyat malah dijadikan batu loncatan untuk korupsi,” ujar Wijayanto.

Kasus Noel bukan satu-satunya. Pada saat bersamaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyelidiki Kementerian Agama terkait kuota haji dan Kementerian Komunikasi dan Digital terkait perlindungan judi online. “Korupsi sudah mengakar. Kesan yang muncul, pemerintahan ini menjelma menjadi ‘Pemerintahan Wani Piro’—nilai diganti nilai uang. Semua serba pragmatis dan transaksional,” tegasnya.

Wijayanto mengingatkan, kondisi ini berbahaya bagi Presiden Prabowo yang tengah menjalankan program besar berbiaya tinggi, seperti Makan Bergizi Gratis Rp335 triliun per tahun, Program Kopdes Merah Putih, hingga target pembangunan 3 juta rumah.

“Jika terjadi korupsi sistemik, bagaimana nasib rakyat yang gagal bayar cicilan KPR bersubsidi? Apakah perbankan kita siap menghadapi tsunami kredit macet?” ujarnya.

Ia memperkirakan risiko itu bisa muncul pada 2027 atau 2028, saat ekonomi nasional belum tentu membaik dan Indonesia memasuki tahun politik. Karena itu, ia menegaskan pentingnya penyesuaian program dengan kapasitas fiskal dan kemampuan birokrasi agar tidak overstretch.

“Tidak perlu mengejar koruptor sampai ke Antartika, karena kebanyakan justru ada di ‘antar kita’. Kasus Noel harus dimaknai sebagai alarm bahaya. Presiden perlu segera bersih-bersih agar bangsa ini tidak celaka,” katanya.***

Tags: AnalisaKPK RInasional
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD5.000 Sebelum Akhir 2026

Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD5.000 Sebelum Akhir 2026

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Next Post
57 Narapidana High Risk Kepri Dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan

57 Narapidana High Risk Kepri Dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.