BERTUAHPOS — Harga emas dunia terkoreksi tipis pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026 setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Tekanan jual muncul seiring aksi ambil untung investor, meski tren jangka menengah masih berada di jalur bullish.
Berdasarkan data World Gold Council, harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,04% ke level US$ 4.596,8 per troy ons.
Sehari sebelumnya, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 4.598,6 per troy ons.
Sejak awal tahun 2026 (year-to-date), harga emas telah naik 6,36%, melanjutkan reli kuat sepanjang 2025 yang mencatatkan kenaikan lebih dari 60%.
Lonjakan harga yang signifikan ini meningkatkan risiko koreksi jangka pendek, terutama ketika investor mulai merealisasikan keuntungan.
Meski demikian, tekanan penurunan harga emas relatif tertahan oleh rilis data inflasi Amerika Serikat.
US Bureau of Labor Statistics melaporkan inflasi AS pada Desember 2025 tercatat 2,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, inflasi inti (core inflation) berada di level 2,6% yoy, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 2,7%.
Data tersebut memperkuat peluang bank sentral AS, Federal Reserve, untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas yang dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) cenderung diuntungkan saat suku bunga menurun, karena biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah.
Dari sisi teknikal pada grafik harian (daily time frame), harga emas masih bergerak di zona bullish.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 69, menandakan momentum kenaikan masih kuat meski mendekati area jenuh beli.
Indikator Stochastic RSI 14 hari tercatat di level 58, yang menunjukkan area beli (long) masih dominan.
Untuk perdagangan hari ini, Rabu (14/1/2026), pelaku pasar mencermati pivot point di US$ 4.579 per troy ons.
Jika harga melemah, emas berpotensi menguji support US$ 4.526 per troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Support berikutnya berada di MA-10 pada US$ 4.457 per troy ons.
Sebaliknya, jika harga kembali menguat, resisten terdekat berada di US$ 4.605 per troy ons.
Apabila level tersebut berhasil ditembus, emas berpeluang menguji area US$ 4.624 hingga US$ 4.671 per troy ons.***
harga emas dunia









