Zaman Bani Umayyah, Mekkah dan Madinah Jadi Kota Kemewahan

Jumat, 21 Agustus 2020 08:34
Zaman Bani Umayyah, Mekkah dan Madinah Jadi Kota Kemewahan

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Seorang sejarawan barat, Philip K Hitti dalam bukunya History of The Arabs (1937) mencatat keadaan bobrok Kota Mekkah dan Madinah semasa Bani Umayyah. Terkecuali semasa khalifah Umar bin Abdul Aziz, kemewahan menjangkiti Kota Mekkah dan Madinah.

Di kota Mekkah dan Madinah, bermunculan istana dan rumah-rumah mewah. Istana dan rumah mewah ini dilengkapi dengan pembantu, budak, dan barang mewah. Dua kota suci berubah menjadi kota tempat bagi mereka yang menyukai kemewahan.

Advertisement

Penduduk Mekkah dan Madinah sangat diuntungkan dengan banyaknya jemaah haji yang datang setiap tahun. Mereka berlomba untuk mengeruk keuntungan dan kekayaan sebanyak-banyaknya.

Dengan kemewahan dan kekayaan yang terus mengalir, kesakralan Islam perlahan hilang. Dua kota ini berkembang menjadi pusat kenikmatan dunia.

Baca: Kerahkan 3.500 Pekerja, Masjidil Haram Dibersihkan 6 Kali Sehari

Di Kota Mekkah, dibangun sejenis klub. Klub ini menjadi tempat orang menggantungkan jubahnya, kemudian bersenang-senang, bermain catur, dadu, atau sekedar membaca.

Di Kota Madinah, menjamur rumah-rumah bordil (buyut al-qiyan), yang banyak dikunjungi. Para biduanita budak (qiyan) terus bertambah dari waktu ke waktu. (bpc4)